penanaman mangrove di pesisir Pantai KSS, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7).(Dok. Patra Jasa)
SEBANYAK 1.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai KSS, Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7). Penanaman tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan kawasan pantai dari abrasi sekaligus memulihkan fungsi ekologis wilayah pesisir.
Program konservasi yang dilaksanakan PT Patra Jasa bersama Lindungi Hutan itu juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pesisir terhadap dampak perubahan iklim. Mangrove memiliki sistem perakaran yang mampu menahan sedimen, meredam energi gelombang, dan membantu menjaga kestabilan garis pantai.
Selain menjadi pelindung alami kawasan pesisir, hutan mangrove berfungsi sebagai habitat dan tempat berkembang biak berbagai biota laut, seperti ikan, udang, dan kerang. Keberadaan vegetasi tersebut turut mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat pesisir.
Mangrove juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon. Karena itu, pemulihan kawasan mangrove menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung mitigasi perubahan iklim, khususnya pada wilayah pantai yang rentan mengalami kerusakan akibat gelombang, kenaikan muka air laut, dan perubahan kondisi lingkungan.
Direktur Keuangan dan Umum PT Patra Jasa, Kurnia Pinayungan, mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan yang difokuskan pada pelestarian ekosistem pesisir.
“Penanaman mangrove menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir. Kami berharap langkah ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang,” kata Kurnia.
Kegiatan tersebut melibatkan 30 pekerja Patra Jasa sebagai relawan. Program ini merupakan bagian dari “Patra Jasa Lestari: Konservasi Mangrove Berkelanjutan untuk Ketahanan Wilayah Pesisir”.
Penanaman 1.000 bibit tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan tanaman. Perawatan diperlukan agar bibit mampu bertahan dan berkembang menjadi kawasan mangrove yang efektif dalam melindungi pesisir serta menjaga keberlangsungan ekosistem setempat. (Z-10)

















































