Perusahaan Jepangispace Sewa Kargo SpaceX Starship untuk Misi Berbagi Tumpangan ke Bulan

2 weeks ago 13
Perusahaan Jepangispace Sewa Kargo SpaceX Starship untuk Misi Berbagi Tumpangan ke Bulan Gambar yang dihasilkan komputer dari Sistem Kargo Bergerak (Mobile Cargo System) milik ispace yang akan dipasang pada Starship milik SpaceX.(ispace)

PERUSAHAAN transportasi Bulan asal Jepang, ispace, mengumumkan langkah ambisius baru dalam industri ekonomi antariksa. Perusahaan yang berbasis di Tokyo ini resmi memesan kapasitas muatan sebesar 1.100 pon (500 kilogram) pada roket Starship milik SpaceX, roket terbesar dan paling kuat yang pernah dibuat di dunia. Kerja sama senilai 50 juta dolar AS (sekitar Rp815 miliar) ini ditargetkan untuk misi pendaratan di Bulan yang dijadwalkan meluncur paling cepat tahun 2030.

Langkah ini menandai peluncuran lini bisnis kargo Bulan baru dengan biaya yang lebih terjangkau lewat sistem ride-share atau berbagi tumpangan. Melalui kesepakatan ini, ispace akan merancang kendaraan permukaan Bulan yang dinamakan Mobile Cargo System (MCS). Kendaraan berbentuk serupa pikap datar ini nantinya berfungsi menampung sekaligus mengantarkan muatan dari berbagai klien global ke permukaan Bulan menggunakan tumpangan roket Starship milik Elon Musk tersebut.

Wakil Presiden Eksekutif ispace, Hideari Kamiya, mengibaratkan layanan baru bertajuk Lunar Access Integration ini seperti sebuah "bus" menuju Bulan, yang melengkapi pengembangan proyek pendarat mandiri mereka yang beroperasi bak sebuah "taksi".

Meskipun ispace sempat mengalami kegagalan dalam dua upaya pendaratan di Bulan sebelumnya pada tahun 2023 dan 2025 menggunakan roket Falcon 9, kerja sama strategis baru dengan SpaceX dinilai akan mempercepat pertumbuhan mereka.

"Kami sangat senang dapat menawarkan layanan integrasi akses Bulan baru memanfaatkan ruang muatan Starship melalui kolaborasi kami dengan SpaceX," ujar pendiri sekaligus CEO ispace, Takeshi Hakamada, dalam sebuah pernyataan resmi. Hakamada menambahkan bahwa kerja sama dengan SpaceX akan mempercepat pertumbuhan ispace di pasar infrastruktur Bulan secara eksponensial.

Pihak SpaceX menyambut baik perluasan hubungan ini karena sistem transportasi Starship dirancang sepenuhnya agar dapat digunakan kembali secara cepat serta mampu membawa kargo dalam skala besar hingga lebih dari 100 ton ke Bulan atau bahkan ke Mars di masa depan.

"Layanan integrasi mereka menyediakan jalur berharga bagi muatan yang lebih kecil untuk mendapatkan tumpangan ke Bulan saat ini, dan kami berharap dapat mendukung ispace serta pelanggan mereka dalam memperluas akses ke permukaan Bulan," ujar Stephanie Bednarek, Wakil Presiden Penjualan Komersial SpaceX.  

Di luar kerja sama komersial ini, ispace tetap melanjutkan rencana ambisius jangka panjangnya untuk melakukan pendaratan mulus tiga modul pendarat generasi terbaru bernama Ultra pada tahun 2030, di mana salah satu misinya merupakan bagian dari program layanan kargo komersial (Commercial Lunar Payload Services) milik badan antariksa NASA. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |