Permaisuri Terakhir Iran Masih Hidup, di Mana Sekarang?

20 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebelum revolusi 1979, Iran diperintah oleh raja Shah Reza Pahlavi dan permaisuri Ratu Farah Diba.

Farah Diba, yang biasa disebut Shahbanou (Ratu) Iran, lahir di Teheran pada tanggal 14 Oktober 1938, anak tunggal dari Sohrab Diba dan Farideh Ghotbi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika revolusi meletus dan rezim monarki runtuh, keluarga kerajaan ini meninggalkan Iran. "Pada 16 Januari 1979, Permaisuri Farah dan Shah meninggalkan Iran untuk mengasingkan diri," demikiam dikutip dari laman pribadinya, farahpahlavi.org.

Di mana sekarang?

Semenjak revolusi pecah dan Iran berganti dari monarki ke teokrasi, Ratu Farah Diba tidak pernah menginjakkan kakinya lagi di Iran.

"Permaisuri Iran tinggal sendirian di kemewahan yang tenang di sebuah apartemen Paris dengan pemandangan luas melintasi Sungai Seine dan landmark kota besar di seberangnya," tulis laporan the Weekly.

"Pemandangan itu bukanlah pemandangan yang mudah membuat siapa pun bosan, tetapi Farah Diba Pahlavi, mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menukarnya dengan satu pandangan terakhir ke kampung halamannya."

Banner Microsite Haji 2026

Meski jauh dari tempat kelahirannya, permaisuri Iran terakhir itu mengaku masih tetap mengikuti perkembangan negaranya terutama soal seni dan kebudayaan. Maklum, Farah adalah penyuka seni dan banyak terlibat dalam organisasi seni saat tinggal di Iran.

Selama 20 tahun masa jabatannya sebagai Permaisuri Iran, ia menjadi pelindung bagi 12 lembaga seni dan memimpin 26 organisasi pendidikan, kesehatan, olahraga, dan budaya, termasuk entitas non-pemerintah.

Farah berasal dari keluarga kaya Iran. Ia pergi ke Prancis untuk kuliah di Ecole d'Architecture pada tahun 1959, yang kemudian mempertemukannya dengan Mohammad Reza Shah Pahlavi, pada sebuah resepsi kedutaan.

Pertunangan pasangan itu diumumkan pada tanggal 1 Desember dan mereka menikah tiga minggu kemudian pada tanggal 20 Desember 1959. Permaisuri Farah melahirkan Putra Mahkota Reza pada tahun 1960, Putri Farahnaz pada tahun 1963, Pangeran Alireza pada tahun 1966, dan Putri Leila pada tahun 1970.

Kini memasuki tahun ke-47 pengasingannya, janda Shah terakhir Iran ini tetap berpegang teguh pada keyakinan bahwa mimpinya untuk kembali akan terwujud.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |