Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, President Commissioner Mayapada Healthcare Jonathan Tahir, President Director & CEO Mayapada Healthc(Dok. Mayapada Hospital)
PESATNYA perkembangan kawasan timur Jakarta sebagai pusat permukiman, bisnis, dan industri mendorong kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang modern, lengkap, dan mudah dijangkau. Penguatan layanan kesehatan di wilayah ini dinilai penting agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis komprehensif lebih dekat dari tempat tinggalnya, sekaligus mendukung kesehatan dan keselamatan para pekerja di kawasan industri yang terus berkembang.
Kebutuhan tersebut dijawab dengan diresmikannya Mayapada Hospital Jakarta Timur (MHJT) di kawasan Jakarta Garden City, Cakung, Kamis (9/7). Rumah sakit yang menjadi unit kedelapan dalam jaringan Mayapada Hospital itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin, President Commissioner Mayapada Healthcare Jonathan Tahir, President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia, serta Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Timur dr. Dina Hanum.
Dibangun dengan investasi lebih dari Rp400 miliar, MHJT berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan delapan lantai dan kapasitas lebih dari 100 tempat tidur.
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global dengan fasilitas kesehatan berstandar internasional.
"Saya sangat berharap pengembangan Mayapada ini akan membantu Jakarta menjadi kota dengan kesadaran kesehatan yang semakin baik. Saya juga berharap Mayapada Hospital Jakarta Timur menjadi rumah sakit berstandar internasional sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan hingga ke Penang atau Singapura. Dengan fasilitas dan teknologi yang dimiliki, saya yakin rumah sakit ini mampu menjadi pilihan utama masyarakat," ujar Pramono.
Ia menambahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terbuka untuk terus bersinergi dengan Mayapada Hospital agar fasilitas kesehatan yang tersedia semakin baik dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat, tidak hanya di Jakarta Timur tetapi juga di seluruh Jakarta.
President Commissioner Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, mengatakan pembangunan rumah sakit baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas akses layanan kesehatan berstandar internasional melalui pengembangan jaringan rumah sakit yang terintegrasi.
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi medis mutakhir, serta kolaborasi global agar semakin banyak masyarakat Indonesia memperoleh layanan kesehatan terbaik lebih dekat dengan tempat tinggalnya.
"MHJT merupakan wujud komitmen berkelanjutan Mayapada Healthcare dalam memperluas akses layanan kesehatan berstandar internasional melalui pengembangan jaringan rumah sakit yang terintegrasi, penguatan kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi medis mutakhir, serta kolaborasi global," kata Jonathan.
President Director & CEO Mayapada Healthcare Navin Sonthalia menambahkan pengembangan jaringan rumah sakit terus dilakukan di lokasi-lokasi strategis untuk menjawabkebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Menurut Navin, lokasi MHJT berada di kawasan yang berkembang pesat sebagai pusat hunian, bisnis, dan industri sehingga lebih dekat dengan masyarakat Jakarta Timur, Bekasi, dan sekitarnya.
Selain itu, MHJT juga memperluas akses layanan kesehatan berstandar internasional bagi komunitas ekspatriat, termasuk dari Jepang dan Korea Selatan, yang bekerja maupun tinggal di kawasan tersebut.
"Didukung teknologi medis mutakhir, kolaborasi strategis dengan Apollo Hospitals, serta kerja sama dengan berbagai penyedia asuransi nasional dan internasional, MHJT menghadirkan layanan kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berpusat pada pasien untuk setiap generasi," terangnya.
Lengkapi layanan spesialis dan kegawatdaruratan
Mayapada Hospital Jakarta Timur menghadirkan berbagai Center of Excellence, meliputi layanan kesehatan perempuan dan anak yang mencakup obstetri dan ginekologi (obgyn) serta pediatri, layanan jantung dan pembuluh darah (cardiovascular), trauma dan ortopedi, gastrohepatologi, urologi, serta dental.
Rumah sakit ini juga menghadirkan layanan preventif melalui Chest Pain Unit untuk evaluasi dan penanganan cepat pasien dengan keluhan nyeri dada, serta Sugar Clinic yang berfokus pada deteksi dini, pencegahan, dan pengelolaan diabetes.
Untuk menjawab kebutuhan penanganan kegawatdaruratan di kawasan dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas industriyang tinggi, MHJT menyediakan layanan Emergency 24/7 yang didukung dokter spesialis penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, bedah umum, serta anestesi yang siaga (standby on-site) di rumah sakit.
Sebagai rumah sakit kedelapan dalam jaringan Mayapada Hospital, MHJT juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain Cath Lab untuk mendukung penanganan cepat kasus penyakit jantung, stroke, dan trauma, MRI, CT Scan, mamografi, endoskopi, hingga ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan sistem ICU Pendant, yaitu teknologi yang mengintegrasikan berbagai peralatan dan utilitas medis secara ergonomis di sekitar tempat tidur pasien.
Selain itu, tersedia ruang bertekanan negatif dan positif (negative and positive pressure room) untuk mendukung pengendalian infeksi serta memberikan perlindungan kepada pasien sesuai kebutuhan klinis.
Kehadiran MHJT juga memperkuat sistem layanan kesehatan yang terintegrasi antarunit Mayapada Hospital. Melalui jaringan tersebut, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap layanan dokter spesialis, kolaborasi tim dokter multidisiplin, serta penanganan berbagai kasus medis yang kompleks.
MHJT juga melayani pasien dengan berbagai skema pembiayaan, mulai dari perusahaan nasional dan multinasional, penyedia asuransi nasional maupun internasional, hingga program penjaminan pemerintah melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain memperluas akses layanan kesehatan yang modern, lengkap, terintegrasi, dan berstandar internasional, investasi pembangunan rumah sakit ini juga diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi kawasan. (E-1)

















































