(DOK UNICHARM)
DALAM rangka memperingati Hari Remaja Internasional, produsen alat-alat kesehatan dan pembalut wanita (Unicharm) berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan menstruasi dan kebersihan diri bertajuk 'Love Your Possibilities : We Can!' pada Rabu (12/8) di SLB B Tunas Harapan, Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan siswi tuna rungu beserta para guru pendamping ini, digelar untuk memastikan bahwa setiap remaja putri—tanpa terkecuali— mendapatkan akses edukasi kesehatan reproduksi yang memadai sejak dini.
Kegiatan ini sekaligus memperingati Hari Remaja Internasional setiap 12 Agustus. Ini sebagai bentuk penghormatan global yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk merayakan potensi generasi muda di seluruh dunia. Momentum tahunan ini menjadi pijakan penting untuk menyuarakan aspirasi remaja serta memastikan pemenuhan hak-hak dasar remaja secara adil, inklusif, dan berkelanjutan tanpa diskriminasi.
Sayangnya, pemenuhan hak remaja, khususnya anak berkebutuhan khusus (ABK) dan penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil sensus penduduk 2020 (terbit 2024) menunjukkan lebih dari 75% anak disabilitas belum mendapat akses pendidikan yang memadai. Kondisi ini turut berdampak pada keterbatasan akses informasi kesehatan reproduksi bagi remaja disabilitas.
Padahal, hak atas kesehatan dan reproduksi bagi perempuan penyandang disabilitas telah dijamin dalam undang-undang yaitu UU No. 8/2016 tentang 'Penyandang Disabilitas', Pasal 5 ayat (2) & Pasal 12. Menyadari tantangan tersebut, sebagai produsen pembalut wanita yang peduli pada generasi muda, Unicharm mengambil inisiatif dengan menghadirkan program edukasi menstruasi yang ramah dan inklusif bagi siswi tuna rungu.
INTERAKTIF
Agar lebih efektif dan mudah dicerna oleh siswi tuna rungu, kegiatan di SLB B Tunas Harapan Karawang ini dikemas secara interaktif. Kegiatan pembelajaran disesuaikan sedemikian rupa menggunakan alat bantu visual, media kaya gambar, serta didukung oleh penerjemah bahasa isyarat oleh guru pendamping.
Mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, hadir dr Hardi Hermawan, MKM, yang juga Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan menyampaikan apresiasinya atas inisiatif kolaboratif ini. "Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak mutlak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk edukasi kesehatan reproduksi, manajemen kebersihan menstruasi, dan perawatan kebersihan diri. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta seperti Unicharm sangat penting untuk menjangkau kelompok rentan ini agar tidak ada satu pun remaja putri yang tertinggal dalam menerima informasi kesehatan dasar," ungkapnya.
Presiden Direktur Unicharm, Yasutaka Nishioka, menegaskan bahwa perusahaan memiliki visi untuk menjadi perusahaan Nomor 1 yang paling dicintai oleh seluruh perempuan di Indonesia. "Visi ini kami wujudkan salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan edukasi kesehatan yang inklusif ini," ujar Yasutaka. (H-1)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




