Ilustrasi seorang anak mengalami sakit perut.(Dok. Magnific)
SAKIT perut merupakan keluhan yang sangat umum dialami oleh anak-anak. Namun, orang tua diingatkan untuk tidak meremehkan kondisi tersebut, terutama jika muncul karakteristik nyeri yang spesifik. Dokter spesialis anak menekankan pentingnya membedakan antara sakit perut biasa dengan gejala usus buntu pada anak atau appendicitis akut.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Himawan Aulia Rahman, menjelaskan bahwa kewaspadaan harus ditingkatkan jika sakit perut menunjukkan pola-pola tertentu. "Sakit perut ini merupakan keluhan yang umum pada anak. Kita sebagai dokter anak ataupun orang tua harus hati-hati kalau sakit perut itu ada karakteristik-karakteristik yang khusus," ujar Himawan dalam seminar daring IDAI.
Pola Klasik Gejala Usus Buntu
Pada anak yang lebih besar, remaja, maupun orang dewasa, usus buntu biasanya menunjukkan pola gejala klasik. Himawan memaparkan tahapan yang umumnya terjadi:
- Diawali dengan berkurangnya nafsu makan secara drastis.
- Muncul rasa sakit perut di bagian tengah, tepatnya di sekitar pusar atau ulu hati.
- Terjadi muntah setelah rasa sakit perut muncul.
- Rasa sakit kemudian berpindah secara spesifik ke perut kanan bawah, sesuai dengan lokasi anatomi usus buntu.
Meski demikian, Himawan menegaskan bahwa gejala pada anak tidak selalu mengikuti pola klasik tersebut. Seringkali, keluhan usus buntu menyerupai penyakit lain seperti infeksi saluran pencernaan (gastroenteritis), sembelit, hingga infeksi saluran kemih.
Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai
Orang tua diminta memperhatikan perubahan intensitas nyeri. Salah satu indikator kuat usus buntu adalah rasa sakit yang bertambah parah saat anak melakukan aktivitas fisik sederhana.
"Nyeri yang intensitasnya semakin berat, terutama di perut kanan bawah, serta rasa sakit yang bertambah ketika anak bergerak, berjalan, atau meloncat, perlu diwaspadai," jelasnya. Selain itu, muntah yang muncul setelah nyeri perut dan adanya demam menjadi sinyal bahaya tambahan.
Himawan juga mengingatkan agar orang tua tidak menganggap anak berlebihan jika mereka merintih kesakitan saat perut disentuh. Rasa sakit yang sangat kuat meski hanya ditekan ringan merupakan tanda klinis yang serius.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan tanda-tanda berikut:
- Sakit perut yang intensitasnya terus meningkat dan tidak kunjung reda.
- Anak secara spesifik menunjuk bagian kanan bawah sebagai titik nyeri.
- Nyeri bertambah saat anak berjalan atau bergerak.
- Sakit perut disertai muntah dan demam.
- Kondisi fisik anak tampak menurun drastis, seperti lemas, cenderung terus tidur, atau merintih kesakitan.
Dengan mengenali perbedaan ini, diharapkan penanganan medis terhadap kasus usus buntu pada anak dapat dilakukan lebih cepat guna mencegah komplikasi yang lebih berat. (Ant/H-3)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




