Kandidat pelatih timnas Italia Pep Guardiola(AFP/Adrian DENNIS)
SETELAH mendominasi kancah sepak bola klub di Spanyol, Jerman, dan Inggris, Pep Guardiola kini dikabarkan masuk dalam radar Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Laporan dari Sky in Italy menyebutkan bahwa FIGC telah mengadakan pembicaraan dengan mantan manajer Manchester City tersebut untuk meyakinkannya mengisi kursi pelatih kepala Gli Azzurri.
Langkah serius diambil oleh FIGC melalui Direktur Teknik baru mereka, Paolo Maldini. Legenda AC Milan tersebut, didampingi penasihatnya Leonardo, dilaporkan telah melakukan perjalanan ke Barcelona untuk berdiskusi langsung dengan Guardiola selama tiga hari.
Jika kesepakatan tercapai, Guardiola akan menjadi pelatih non-Italia kedua dalam sejarah tim nasional mereka, sekaligus yang pertama sejak era 1960-an.
Konteks Krisis Timnas Italia
Italia, saat ini, berada dalam periode sulit. Meski sempat menjuarai Euro 2020 (yang digelar pada 2021), mereka mencatatkan rekor buruk dengan gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut. Kegagalan terbaru terjadi menuju Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari timnas Bosnia-Herzegovina di babak play-off Eropa.
Kekalahan tersebut memicu pengunduran diri Gennaro Gattuso, April lalu. Kini, Italia yang terlempar ke peringkat 15 dunia membutuhkan sosok revolusioner untuk membangkitkan kejayaan mereka. Selain Guardiola, nama-nama seperti Roberto Mancini dan Andrea Pirlo juga disebut masuk dalam bursa calon pelatih.
Hubungan Emosional dengan Italia
Bagi Guardiola, Italia bukanlah wilayah asing. Pria berusia 55 tahun ini fasih berbahasa Italia dan pernah merumput di Serie A antara 2001 hingga 2003 bersama Brescia dan AS Roma. Pengalaman masa lalu ini diyakini menjadi salah satu faktor yang membuat FIGC optimis bisa membujuknya kembali ke lapangan hijau lebih cepat.
Guardiola sendiri baru saja mengakhiri masa bakti 10 tahun yang luar biasa di Manchester City pada Mei 2026. Selama satu dekade di Stadion Etihad, ia mempersembahkan 20 trofi, termasuk enam gelar Liga Primer Inggris dan satu trofi Liga Champions. Namun, saat berpamitan, ia mengaku merasa sangat lelah secara mental dan fisik.
"Saya sangat lelah. Saya sudah melakukan segalanya. Ini adalah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak," ujar Guardiola setelah laga terakhirnya musim 2025-2026. Ia sempat menyatakan butuh istirahat dari intensitas sepak bola klub yang menuntut energi setiap tiga hari sekali.
Spekulasi Timnas Inggris dan Masa Depan Tuchel
Kabar ketertarikan Italia ini juga memicu spekulasi di Inggris. Meski baru saja meraih posisi ketiga di Piala Dunia, pencapaian terbaik sejak 1966, posisi Thomas Tuchel di kursi pelatih Three Lions mulai digoyang kritik. Keputusan taktis Tuchel saat kalah dari Argentina di semifinal dianggap menjadi penyebab kegagalan Inggris mempertahankan keunggulan.
Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, secara terbuka menyarankan FA untuk mengejar Guardiola jika sang manajer tersedia.
"Jika Pep tersedia, mungkin Anda harus pergi dan mendapatkannya. Saya tidak melihat orang lain yang lebih baik dari Thomas Tuchel, kecuali Guardiola," kata Rooney dalam The Wayne Rooney Show.
Namun, Tuchel, yang baru menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun, Februari lalu masih mendapat dukungan penuh dari FA. Sebelumnya, FA memang sempat mendekati Guardiola sebelum menunjuk Tuchel, namun saat itu Guardiola memilih bertahan di City.
Tantangan di Depan Mata
Jika Guardiola menerima pinangan timnas Italia, ia tidak akan memiliki banyak waktu untuk bersantai. Italia dijadwalkan menjamu Belgia di UEFA Nations League pada 25 September mendatang di Stadio Olimpico, Roma, stadion yang pernah menjadi rumahnya saat membela AS Roma.
Tugas utama Guardiola adalah memastikan Italia lolos ke Euro 2028 yang akan digelar di Inggris dan Irlandia. Dengan jadwal Nations League yang padat melawan Turki dan Prancis di akhir tahun, tantangan ini bisa menjadi panggung sempurna bagi Guardiola untuk membuktikan bahwa sentuhan emasnya juga berlaku di level internasional. (bbc/Z-1)

















































