The Odyssey(Doc IMDB)
KISAH perjalanan Raja Odysseus dari Troya menuju tanah airnya, Ithaca, merupakan salah satu epik paling legendaris yang pernah diadaptasi ke layar lebar. Dalam film The Odyssey, penonton diperlihatkan bagaimana perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu singkat berubah menjadi penderitaan selama sepuluh tahun di lautan.
Kemurkaan Dewa Poseidon: Faktor Utama Penghambat
Penyebab utama mengapa Odysseus tidak bisa langsung pulang ke Ithaca adalah kemurkaan Poseidon, Dewa Penguasa Laut. Dalam narasi film, kemarahan ini dipicu oleh kesombongan Odysseus setelah memenangkan Perang Troya. Odysseus mengklaim bahwa kemenangan tersebut adalah hasil kecerdikannya semata (melalui strategi Kuda Troya) tanpa bantuan para dewa.
Poseidon yang merasa terhina kemudian mengutuk Odysseus untuk tersesat di laut. Sang Dewa memastikan bahwa setiap kali Odysseus mendekati Ithaca, badai besar atau arus kuat akan menyeret kapalnya kembali ke tengah samudera yang tidak dikenal.
Insiden dengan Polyphemus sang Cyclops
Salah satu rintangan paling ikonik dalam perjalanan ini adalah pertemuan dengan Polyphemus, raksasa bermata satu yang merupakan putra Poseidon. Untuk menyelamatkan anak buahnya, Odysseus membutakan mata Polyphemus.
Sebelum melarikan diri, Odysseus dengan angkuh meneriakkan nama aslinya kepada sang raksasa. Hal ini membuat Polyphemus bisa berdoa kepada ayahnya, Poseidon, untuk membalaskan dendamnya. Doa inilah yang memperkuat kutukan sehingga perjalanan Odysseus menjadi jauh lebih mematikan dan memakan waktu bertahun-tahun.
Godaan dan Hambatan di Perjalanan
Selain faktor kemarahan dewa, terdapat beberapa hambatan fisik dan magis yang membuat Odysseus tertahan:
- Pulau Calypso: Odysseus tertahan selama tujuh tahun di pulau Ogygia oleh dewi cantik bernama Calypso yang jatuh cinta padanya dan menolak melepaskannya.
- Siren dan Scylla-Charybdis: Odysseus harus melewati perairan berbahaya yang dihuni oleh makhluk-makhluk mitologi yang terus mengurangi jumlah kru dan kapalnya.
- Kemarahan Dewa Helios: Anak buah Odysseus melanggar larangan dengan memakan ternak suci milik Dewa Matahari, Helios. Akibatnya, Zeus menghancurkan kapal terakhir Odysseus dengan petir, menyisakan Odysseus sebagai satu-satunya penyintas.
Kepulangan yang Tertunda
Setelah kehilangan seluruh awak kapal dan menghabiskan waktu total 20 tahun (10 tahun berperang dan 10 tahun tersesat), Odysseus akhirnya berhasil kembali ke Ithaca berkat bantuan Dewi Athena yang membujuk Zeus untuk mengakhiri penderitaan sang raja. Film ini menggambarkan bahwa penyebab kegagalan pulang Odysseus bukan hanya karena faktor eksternal dari para dewa, tetapi juga akibat dari sifat hubris atau kesombongan manusia di hadapan kekuatan alam. (Z-4)

















































