Pemukim Ilegal Israel Serbu Al Aqsa, Yordania Murka

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemukim ilegal Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur di bawah perlindungan polisi pada Minggu (31/5). Kejadian ini mendapat kecaman keras dari Yordania yang menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional.

Direktur Departemen Media di Pemerintah Provinsi Yerusalem Omar Rajoub mengatakan bahwa "mengibarkan bendera Israel di dalam halaman Masjid Al-Aqsa, bersama dengan melakukan ritual-ritual provokatif, merupakan bagian dari kebijakan resmi Israel yang sistematis dan disengaja yang dipimpin oleh pemerintah pendudukan ekstremis."

"Praktik-praktik ini bertujuan untuk memaksakan realitas baru secara paksa di Yerusalem Timur yang diduduki dan merusak status quo historis dan hukum di Masjid Al-Aqsa," katanya, dikutip dari TRT World, Senin (1/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia memperingatkan bahwa tindakan para pemukim di dalam Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari praktik kolonial yang sedang berlangsung. Praktik ini disebut bertujuan untuk memecah belah masjid secara spasial dan temporal, melakukan yahudisasi kota guna menghapus identitas agama dan sejarahnya, serta mengubah karakter hukum, budaya, dan demografisnya.

Rajoub mengatakan penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh para pemukim ilegal di bawah perlindungan polisi merupakan "pelanggaran jelas terhadap hukum internasional" dan menyakiti perasaan rakyat Palestina serta jutaan umat beragama di seluruh dunia.

Ia memperingatkan akan konsekuensi dari pelanggaran-pelanggaran tersebut, yang ia gambarkan sebagai "serius, berulang, dan tidak dapat diterima," serta menyatakan bahwa "pemerintah Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya ini."

Dia juga menyerukan kepada masyarakat internasional dan semua negara untuk menjalankan tanggung jawab hukum dan moral mereka serta segera mengambil tindakan guna menghentikan pelanggaran yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina dan situs-situs suci di Yerusalem yang diduduki.

Dia menekankan bahwa "seluruh area seluas 144 dunam di sekitar Masjid Al-Aqsa yang diberkahi adalah tempat ibadah khusus bagi umat Islam."

Yordania kecam

Kementerian Luar Negeri Yordania mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh kelompok ekstremis Israel tersebut.

Apa yang dilakukan pemukim ilegal ini disebut pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, eskalasi yang harus dikecam, dan provokasi yang tidak dapat diterima yang harus segera dihentikan.

Juru bicara resmi Kementerian Fouad Majali menegaskan kembali penolakan tegas dan kecaman keras Yordania terhadap serangan yang terus menerus ke Masjid Al-Aqsa dan provokasi yang terjadi setelahnya.

Ia menggambarkannya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap status quo historis dan hukum di Masjid tersebut, upaya untuk memecah belah masjid tersebut secara spasial dan temporal, serta penodaan terhadap kesuciannya.

Dilansir Qatar News Agency, ia menekankan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang mereka duduki serta situs-situs suci Islam dan Kristen di sana.

Yahudisasi

Sejak 2003, polisi Israel secara sepihak mengizinkan para pemukim ilegal untuk memasuki masjid tersebut setiap hari selama dua waktu, yakni shalat subuh dan asar, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu.

Warga Palestina menyatakan bahwa Israel sedang mengintensifkan upaya untuk me-Yahudikan Yerusalem Timur, termasuk Masjid Al-Aqsa, serta menghapus identitas Arab dan Islamnya.

Rakyat Palestina memandang Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan, berdasarkan resolusi-resolusi internasional yang tidak mengakui pendudukan Israel atas kota tersebut pada tahun 1967 maupun aneksasinya pada tahun 1980.

(lom/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |