Pemprov Jabar Minta Psikolog Klinis Sisir 5.312 Desa Redam Gangguan Jiwa

5 days ago 4
Pemprov Jabar Minta Psikolog Klinis Sisir 5.312 Desa Redam Gangguan Jiwa Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman.(Dok Pemprov Jabar)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat (Jabar) menginstruksikan ribuan psikolog klinis untuk meninggalkan "zona nyaman" di puskesmas dan rumah sakit guna turun langsung menyisir 5.312 desa di seluruh wilayah Jabar. Langkah jemput bola ini bertujuan meredam potensi gangguan kesehatan jiwa masyarakat yang dipicu oleh tekanan beban ekonomi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa intervensi langsung ke lapangan sangat mendesak. Hal ini mengingat kompleksitas tekanan sosial di 27 kabupaten/kota yang saat ini masih dibayangi angka kemiskinan sebesar 6,78 persen dan tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 6,64 persen.

"Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, keliling jemput bola. Makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman," ujar Herman dalam keterangannya di Bandung, Senin (20/7/2026).

Penguatan Kapasitas SDM

Sebagai bagian dari akselerasi program tersebut, Pemprov Jabar menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinkes Jabar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tenaga medis dalam mendeteksi dan menangani depresi serta persoalan mental warga di level akar rumput sejak dini.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan Setiawan, turut mendorong penguatan peran psikolog sebagai pembimbing klinis lapangan. Ia berharap standar pelayanan kesehatan jiwa di puskesmas tingkat kabupaten/kota dapat setara dengan fasilitas di rumah sakit rujukan.

"Semoga acara ini membawa manfaat bagi kita semua, khususnya bagi ibu dan bapak yang menjadi perwakilan di rumah sakit dan puskesmas kabupaten/kota di Jawa Barat," kata Samantha.

Apresiasi Integrasi Psikologi Klinis

Ketua Kolegium Psikologi Klinis, Indria Laksmi Gamayanti, memberikan apresiasi atas terobosan Pemprov Jabar. Menurutnya, Jawa Barat menjadi pelopor dalam integrasi psikologi klinis yang terstruktur hingga ke tingkat puskesmas desa.

"Melalui berbagai pelatihan, para psikolog diharapkan semakin siap menjalankan perannya dan semakin dekat dengan masyarakat," tutur Indria.

Ia optimistis bahwa pelatihan berkala ini akan mematangkan kesiapan praktisi kesehatan mental dalam merespons dinamika sosial masyarakat Jawa Barat secara responsif, humanis, dan profesional. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |