Pelatih Mesir Tuding FIFA Jaga Messi di Piala Dunia 2026

2 weeks ago 14
Pelatih Mesir Tuding FIFA Jaga Messi di Piala Dunia 2026 Lionel Messi bersama presiden FIFA, Gianni Infantino dalam acara malam penghargaan pada 2023 silam.(Xinhua)

Pelatih timnas Mesir, Hossam Hassan, melontarkan tuduhan tajam menyusul tersingkirnya The Pharaohs secara dramatis dari ajang Piala Dunia 2026. Hassan menilai kekalahan 3-2 dari Argentina pada babak 16 besar bukan semata-mata ditentukan oleh permainan di lapangan, melainkan dipengaruhi oleh serangkaian keputusan wasit yang dianggap merugikan timnya.

Dalam laga yang berlangsung sengit tersebut, Mesir sempat mengejutkan sang juara bertahan dengan unggul dua gol terlebih dahulu. Namun, Argentina berhasil bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 3-2. Gol penentu kemenangan Albiceleste dicetak oleh Enzo Fernandez pada masa injury time, melengkapi kontribusi Lionel Messi yang menyumbang satu gol dan satu assist dalam laga ini.

Kontroversi VAR dan Insiden Mohamed Salah

Kekecewaan mendalam kubu Mesir berakar pada keputusan perangkat pertandingan yang menganulir salah satu gol mereka melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR). Selain itu, mereka melayangkan protes keras atas insiden yang melibatkan kapten tim, Mohamed Salah, di kotak penalti Argentina sesaat sebelum gol kemenangan lawan tercipta.

Hassan berpendapat bahwa tayangan ulang seharusnya digunakan untuk meninjau dugaan pelanggaran terhadap Salah. Pelatih berusia 59 tahun itu menegaskan bahwa secara teknis, anak asuhnya tampil lebih dominan dibandingkan Argentina.

"Kami bermain lebih baik daripada juara dunia bertahan, lebih baik dalam segala hal. Tetapi hasil pertandingan dipengaruhi oleh faktor-faktor di dalam lapangan dan juga faktor-faktor di luar lapangan," ujar Hassan sebagaimana dikutip dari ESPN.

Tudingan Keberpihakan pada Messi

Lebih jauh, Hassan melontarkan dugaan adanya keinginan dari pihak tertentu agar Argentina dan Lionel Messi tetap bertahan di turnamen. Ia merasa tim besar seperti Argentina mendapatkan perlindungan yang tidak didapatkan oleh timnya.

"Mungkin mereka ingin juara dunia tetap bertahan di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi terus berada dalam persaingan. Dalam sepak bola, terkadang ada faktor-faktor di luar aspek teknis. Juara dunia mendapatkan dukungan di semua tingkat," cetusnya.

Pertandingan ini dipimpin oleh wasit asal Prancis, Francois Letexier. Hassan mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya telah menyampaikan keberatan resmi kepada FIFA terkait penunjukan Letexier sebelum laga dimulai. Ia merasa keputusan VAR yang tidak meminta wasit meninjau pelanggaran terhadap Salah adalah puncak dari ketidakadilan yang mereka terima.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat ataupun fair play. Penalti kami diabaikan. Situasi itu bahkan tidak diperiksa oleh VAR, sementara gol kedua kami justru dianulir dengan alasan yang sampai sekarang tidak kami pahami," tambah Hassan.

Argentina Melaju ke Perempat Final

Meski diwarnai protes keras dari pihak Mesir, hasil pertandingan tetap mengesahkan langkah Argentina ke babak perempat final. Keberhasilan membalikkan defisit dua gol menunjukkan mentalitas juara yang dimiliki skuat asuhan Lionel Scaloni.

Di babak delapan besar nanti, Argentina dijadwalkan akan menghadapi Swiss. Tim asal Eropa tersebut memastikan tempat di perempat final setelah meraih kemenangan melalui adu penalti melawan Kolombia pada pertandingan lainnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |