Pasukan Israel Invasi Lebanon, Bongkar hingga Menjarah Rumah Warga

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pasukan militer Israel disebut merusak hingga menjarah rumah penduduk saat meluncurkan invasi ke Lebanon selatan.

Media Israel, Haaretz, pada 20 Mei lalu merilis kesaksian sejumlah prajurit yang mengaku telah menjalankan "misi tidak resmi" di Lebanon selatan, yakni menjarah seluruh barang berharga warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam laporan Haaretz, seorang tentara cadangan Israel menjelaskan bagaimana mereka mencuri barang-barang tersebut untuk dibawa ke Israel.

"Metodenya selalu sama," kata prajurit tersebut, seperti dikutip Middle East Eye (MEE).

"Setelah kami yakin daerah itu aman, misi sebenarnya akan dimulai, yakni menemukan barang-barang berharga," katanya.

Berdasarkan pengakuannya, pasukan Israel sering kali menjarah karpet, kursi, sepeda motor, dan pemanas dari rumah-rumah masyarakat. Sementara di toko, mereka menjarah barang-barang dengan harga mahal.

"Bahkan sabun cuci tangan di pos terdepan itu pun berasal dari Lebanon," ujarnya.

"Setiap saat, Anda bisa melihat tentara jalan-jalan di sekitar desa sambil membawa barang-barang milik warga. Rasanya seperti itu adalah misi utama mereka," lanjutnya.

Kesaksian ini muncul di tengah meningkatnya laporan tentang penjarahan besar-besaran oleh tentara Israel sejak Negeri Zionis kembali berperang melawan Hizbullah pada Maret lalu.

Haaretz bulan lalu melaporkan bahwa pasukan Israel menjarah sofa, televisi, dan sepeda motor dari rumah-rumah warga di Lebanon selatan. Aksi pencurian ini bahkan dibiarkan begitu saja oleh para komandan militer.

Media Israel lainnya, Ynet, awal bulan ini mewartakan bahwa para pemimpin militer kesulitan mengatasi skala penjarahan tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, menegaskan "fenomena penjarahan, jika benar terjadi, adalah hal yang memalukan dan dapat mencoreng nama baik seluruh (militer)."

"Jika insiden seperti itu terjadi, kami akan menyelidikinya. Saya tidak bersedia jika kita menjadi pasukan penjarah," ucap Zamir kepada para komandan senior dalam pertemuan militer.

Menurut laporan Channel 14, Zamir tak lama meminta para komandan yang beroperasi di Lebanon untuk menandatangani surat komitmen untuk mencegah penjarahan.

Namun, salah satu komandan menolak tanda tangan.

"Saya tidak akan menandatangani surat tersebut," katanya, seraya menambahkan bahwa masalah disiplin tentara dimulai dari jajaran tertinggi.

Menurut prajurit cadangan yang bicara kepada Haaretz, sebagian besar komandan tidak peduli dengan penjarahan yang dilakukan bawahannya.

"Sikapnya tidak masalah dengan penjarahan selama Anda tidak terluka. Komando yang lebih tinggi juga tidak benar-benar berusaha menghentikan kami," akunya.

Setelah laporan penjarahan muncul bulan lalu, komandan militer mulai memerintahkan para prajurit untuk berhenti mencuri. Perintah itu dilontarkan bersamaan dengan penghancuran barang-barang di toko "agar prajurit tidak memiliki apa pun lagi untuk dijarah".

Meski begitu pun, tidak ada satu pun tentara yang dihukum karena penjarahan.

Menurut sang prajurit, beberapa tentara menggunakan alasan agama atas pencurian di medan perang. Sementara yang lain berpendapat tak ada alasan untuk meninggalkan barang-barang berharga karena rumah dan toko-toko sudah hancur.

Adam Raz, seorang sejarawan Israel yang menulis tentang penjarahan properti Palestina selama Nakba tahun 1948, mengatakan bulan lalu bahwa "penjarahan adalah bagian dari setiap perang Israel".

"Yang baru adalah ketidakpedulian total. Pihak komando senior menutup mata, tindak kriminal terus berlanjut, dan kejahatan mencapai tujuannya," katanya.

Euro-Med Human Rights Monitor bulan lalu melaporkan ada pola pencurian yang jelas selama operasi militer Israel di Lebanon.

Kelompok itu menyebut pasukan Israel "menggerebek rumah-rumah, menggeledah barang, dan menjarah uang serta barang-barang pribadi warga".

Praktik itu disebut kemungkinan sudah menjadi "kebijakan efektif negara dan tentara" Israel.

Euro-Med menyatakan pihaknya juga telah mendokumentasikan penjarahan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina, oleh pasukan Zionis.

Pada Januari, pasukan Israel juga dilaporkan mencuri sekitar 250 ekor kambing dari wilayah Suriah.

Selain menjarah, prajurit cadangan lainnya juga mengatakan kepada Haaretz bahwa pasukan Israel memiliki misi lain di medan perang, yakni menghancurkan rumah-rumah warga.

"Ketika kami memasuki desa, tidak ada militan. Rumah-rumah kosong," katanya.

"Tidak ada pertempuran sama sekali di sana. Hanya operasi untuk meratakan rumah-rumah," lanjutnya.

Menurut tentara tersebut, aksi ini sudah menjadi misi militer selama dua tahun terakhir. Bukan cuma rumah, target penghancuran turut menyasar sekolah hingga klinik.

Bagi prajurit yang religius, ujar dia, menghancurkan rumah dipandang sebagai "misi utama".

"Setiap kali seseorang bicara tentang kembali ke Israel, komandan batalion akan menjawab: 'Ini juga Israel'," ucapnya.

(blq/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |