Para Astronom Saksikan Momen Langka Kelahiran Komet Baru di Tata Surya

7 hours ago 2
Para Astronom Saksikan Momen Langka Kelahiran Komet Baru di Tata Surya Ilustrasi(Magnific)

PARA astronom berhasil mengamati fenomena langka yang menjadi mata rantai tersembunyi dalam evolusi benda langit. Sebuah objek es misterius yang mengorbit di luar Jupiter tertangkap kamera tengah bertransformasi menjadi sebuah komet aktif.

Objek bernama 450P/LONEOS tersebut awalnya dikategorikan sebagai Centaur, yakni kelompok benda langit tidak aktif yang mengorbit Matahari di antara Jupiter dan Neptunus. Objek ini diperkirakan berasal dari Sabuk Kuiper di luar Pluto, yang orbitnya terganggu oleh interaksi gravitasi planet raksasa atau dorongan bintang yang melintas.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan menduga bahwa Centaur yang terdorong mendekati Matahari akan berevolusi menjadi "Komet Keluarga Jupiter", kelompok komet berperiode pendek dengan orbit di bawah 20 tahun. Namun, belum pernah ada yang menyaksikan secara langsung proses perubahan tersebut hingga saat ini.

Tim astronom yang dipimpin oleh ilmuwan planet Charles Schambeau dari University of Central Florida memantau perubahan tersebut menggunakan Teleskop Gemini North di Hawaii. Mereka mendeteksi pembentukan coma, awan gas dan debu yang menyelubungi inti padat 450P. Awan tersebut tampak semakin cerah dari tahun 2019 hingga 2024, bertepatan saat objek ini mencapai titik terdekatnya dengan Matahari (perihelion).

"Mempelajari objek seperti 450P membantu kita menghubungkan berbagai tahapan evolusi benda langit kecil," ujar Schambeau. "Dengan mempelajari aktivitas, sifat permukaan, dan komposisi zat volatilnya, kita dapat memahami bagaimana inti komet berubah saat bergerak ke dalam tata surya."

Penelusuran orbit menunjukkan bahwa pada tahun 1992, 450P sempat melintas sangat dekat dengan Saturnus, sekitar 4,6 juta kilometer. Gravitasi Saturnus memotong orbit 450P secara signifikan, memicu jarak perihelion-nya makin mendekat ke Matahari, yaitu pada jarak 813 juta kilometer atau sedikit di luar orbit Jupiter.

Jarak yang kian dekat dengan Matahari ini membuat 450P menerima radiasi panas yang lebih tinggi dari sebelumnya.

"Peningkatan pemanasan Matahari tersebut dapat menghangatkan permukaan dan lapisan di bawah permukaan inti," jelas Schambeau. "Saat lapisan itu memanas, es volatil atau gas yang terperangkap dapat terlepas, memicu debu terangkat dari permukaan dan membentuk coma."

Melalui pengamatan lanjutan dengan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), tim mengonfirmasi keberadaan gas karbondioksida serta indikasi partikel es kristal dan debu pada coma 450P. Ketiadaan uap air menandakan bahwa aktivitas pembentukan komet ini sepenuhnya didorong oleh karbondioksida.

Keberadaan es kristal ini mengindikasikan bahwa struktur es pada 450P mulai mengalami perubahan termal akibat panas Matahari, berlawanan dengan wujud aslinya yang murni sejak pembentukan tata surya 4,5 miliar tahun lalu.

Jika 450P terus menunjukkan aktivitas ini dan mendapat satu dorongan gravitasi lagi dari planet raksasa, objek ini akan resmi menjadi Komet Keluarga Jupiter sepenuhnya. (Space/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |