Pemanah Indonesia Diananda Choirunisa membidik sasaran saat melawan pemanah Vietnam Huyen Diep Trieu pada final nomor panahan Recurve perorangan Putri SEA Games 2025 di Football Field 1, Sport Authority of Thailand, Hua Mak, Bang Kapi, Bangkok, Thailand, R(AFP/NOVA WAHYUDI)
PANAHAN dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Indonesia di tingkat dunia. Hal itu disampaikan Ketua KONI Provinsi DKI Jakarta, Prof. Dr. Drs. Hidayat Humaid, M.Pd., saat menyampaikan orasi ilmiah setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepelatihan Panahan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Kamis (9/7).
Dalam orasi bertajuk "Prestasi Panahan Indonesia di Pentas Dunia", Hidayat mengulas perjalanan panahan nasional sekaligus peluang besar cabang olahraga tersebut untuk terus berkembang.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencatat sejarah melalui Nurfitriyana Saiman bersama Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani yang meraih medali perak nomor beregu putri pada Olimpiade Seoul 1988. Prestasi tersebut menjadi medali Olimpiade pertama Indonesia sekaligus hingga kini menjadi satu-satunya medali Olimpiade dari cabang panahan.
Menurut Hidayat, pengembangan cabang olahraga unggulan harus disesuaikan dengan potensi yang dimiliki Indonesia, baik dari sisi sumber daya manusia maupun kesiapan pembinaan.
"Dalam perspektif pembangunan olahraga nasional, pemilihan cabang olahraga strategis harus mempertimbangkan kesesuaian antara potensi demografis, kapasitas kelembagaan dan peluang kompetitif internasional. Panahan dengan karakteristik akurasi dan kebutuhan infrastruktur yang relatif moderat, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai cabang unggulan Indonesia dalam kerangka Grand Design Olahraga nasional," paparnya.
Hidayat juga menegaskan panahan termasuk cabang olahraga yang memiliki posisi strategis dalam Grand Design Olahraga Nasional sehingga perlu mendapat perhatian melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Selain Hidayat, UNJ juga mengukuhkan dua guru besar lainnya, yakni Prof. Dr. Wesnina, M.Sn. di bidang Desain Busana dan Prof. Dr. Imam Basori, M.T. di bidang Teknik Metalurgi.
Menutup orasinya, Hidayat menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga dan seluruh pihak yang mendukung perjalanan akademiknya. Ia juga mengenang kedua orang tuanya yang telah wafat.
"Teristimewa ini saya persembahkan sebagai bunga terakhir kepada kedua orang tua saya yang sudah mendahaului kita," tuturnya. (I-3)

















































