Pabrik Mobil Volkswagen Jadi Pusat Produksi Senjata Israel

5 hours ago 2
Pabrik Mobil Volkswagen Jadi Pusat Produksi Senjata Israel Ratusan kendaraan dimuat ke dalam gerbong pengangkut di sebelah pabrik VW di Osnabruck, 7 September 2026.(David Ebener/dpa via Getty Images)

PABRIK Volkswagen di Osnabruck, Jerman, akan dialihfungsikan dari fasilitas produksi mobil menjadi pusat industri pertahanan. Produsen senjata Israel, Rafael Advanced Defense Systems, akan menjadi mitra industri utama pertama di lokasi tersebut.

Volkswagen pada Senin (7/9) mengumumkan kesepakatan dengan pemerintah Negara Bagian Lower Saxony dan perusahaan investasi asal Israel, Aurelius Capital, terkait penjualan pabrik tersebut. Aurelius akan menjadi pemegang saham mayoritas, sedangkan Lower Saxony juga akan memiliki saham.

Pabrik itu secara bertahap akan diubah menjadi pusat pengembangan dan produksi teknologi keamanan serta pertahanan. Proyek awalnya adalah kerja sama dengan Rafael untuk memproduksi sistem pertahanan udara dan komponennya bagi Jerman serta pelanggan lain di Eropa.

Rafael merupakan perusahaan pertahanan milik negara Israel yang mengembangkan sistem pertahanan rudal Iron Dome. Media Israel melaporkan fasilitas Osnabruck akan memproduksi sejumlah perangkat untuk sistem tersebut, termasuk kendaraan militer, peluncur, dan generator.

Namun, rudal pencegat Tamir yang digunakan Iron Dome tidak akan diproduksi di pabrik itu.

Alih fungsi tersebut memiliki dimensi sejarah. Pabrik Osnabruck sebelumnya dimiliki Karmann, perusahaan pembuat bodi kendaraan yang memproduksi komponen pesawat untuk kebutuhan militer Jerman pada masa Nazi. Perusahaan itu juga menggunakan tenaga kerja paksa selama Perang Dunia II.

Volkswagen mengambil alih operasi Karmann di Osnabruck setelah perusahaan tersebut bangkrut pada 2009. Pada 2024, Volkswagen memutuskan menghentikan produksi kendaraan di pabrik itu paling lambat musim panas 2027.

Kesepakatan baru tersebut diharapkan mempertahankan pekerjaan bagi lebih dari 1.200 pekerja. Namun, perubahan fungsi pabrik juga menunjukkan pergeseran industri Jerman ketika pemerintah meningkatkan belanja pertahanan.

Menteri-Presiden Lower Saxony Olaf Lies mengatakan perubahan itu tidak terlepas dari perubahan mendasar dalam situasi keamanan Jerman dan meningkatnya kebutuhan perlindungan.

Kesepakatan tersebut sempat menghadapi penolakan dari Qatar Investment Authority, salah satu pemegang saham besar Volkswagen. Struktur akhir transaksi tidak menempatkan Rafael sebagai pemilik pabrik. Kepemilikan akan berada di tangan Aurelius dan Lower Saxony.

Perubahan fungsi pabrik berlangsung ketika Volkswagen sendiri tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran. Pekan lalu, perusahaan mengonfirmasi rencana memangkas hingga 100 ribu pekerjaan di seluruh dunia sampai 2030.

Permintaan Menurun

Volkswagen menghadapi lemahnya permintaan di Eropa, tingginya biaya energi setelah berakhirnya pasokan gas Rusia yang murah, tarif Amerika Serikat, serta persaingan yang semakin ketat dari produsen otomotif Cina.

Volkswagen bukan satu-satunya produsen otomotif Eropa yang melirik industri pertahanan. Mercedes-Benz juga mulai melihat sektor tersebut sebagai peluang baru.

Peralihan industri otomotif ke pertahanan berlangsung ketika negara-negara Uni Eropa meningkatkan kapasitas militernya. Rusia memandang peningkatan tersebut sebagai persiapan menghadapi kemungkinan konflik langsung.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bahkan menuduh Jerman dan negara-negara Uni Eropa sedang berubah menjadi 'Reich Keempat'. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menuding negara-negara NATO telah bergerak dari sekadar mendukung Ukraina menuju persiapan perang dengan Rusia.

Alih fungsi pabrik Volkswagen itu menjadi salah satu contoh konkret bagaimana perang Ukraina dan perubahan kebijakan keamanan Eropa mulai memengaruhi struktur industri. Pabrik yang sebelumnya memproduksi kendaraan sipil kini dipersiapkan untuk masuk ke rantai produksi pertahanan Eropa. (Russia Today/B-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |