Normalisasi Kali Pesanggrahan, Langkah Pemkot Depok Benahi Jalur Air

4 days ago 2
Normalisasi Kali Pesanggrahan, Langkah Pemkot Depok Benahi Jalur Air Ilustrasi .(Antara)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) bergerak cepat melakukan pelebaran dan normalisasi Kali Pesanggrahan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya utama mengendalikan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kota Depok.

"Dinas PUPR melakukan pelebaran Kali mulai dari Jalan Benda Barat, Kampung Benda Barat, Kelurahan Cipayung hingga jembatan penghubung antara Bulak Barat dengan Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan," kata Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok, Bahtiar Ardiansyah, Selasa (21/7).

Bahtiar menjelaskan, program pelebaran dan normalisasi Kali Pesanggrahan tersebut melibatkan 154 personel Satgas Air.

"Selain melibatkan Satgas Air, Dinas PUPR menggunakan alat berat Excavator Long Arm PC 200, untuk mengeruk lumpur dan sampah-sampah," katanya.

Dipaparkan olehnya, longsoran dari gunungan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, yang mencapai ketinggian 30 meter telah mempersempit dan mendangkalkan aliran Kali Pesanggrahan secara drastis.

"Lebar Kali di bawah TPA menyusut menjadi sekitar 1 meter dan tersumbat timbunan sampah hingga memicu banjir dan genangan parah di wilayah sekitarnya," kata dia

Masih menurut Bahtiar, dampak penyempitan aliran kali ini sangat terasa di area perbatasan Kecamatan Cipayung dan Sawangan (seperti Bulak Barat dan Kampung Benda), di mana luapan air berubah menjadi danau dan warga menjadi terdampak.

"Hal inilah mengharuskan Dinas PUPR melakukan pelebaran, dan normalisasi Kali Pesanggrahan," ucapnya.

Dalam beberapa hari ke depan, Satgas Air dipastikan akan bekerja secara maksimal untuk memperlebar dan memperdalam alur Kali Pesanggrahan yang menyempit (bottleneck). 

Hal ini bertujuan agar kapasitas tampung air meningkat, mencegah luapan air ke pemukiman warga saat curah hujan tinggi, serta mengembalikan fungsi ekologis kali.

TITIK RAWAN BANJIR
Banjir di wilayah barat Kota Depok tergolong rawan genangan saat hujan turun. Aliran Kali Pesanggrahan sendiri melintasi sejumlah titik krusial, di antaranya:

  •     Kecamatan Cipayung: Kampung Benda, Kampung Bulak, dan Kelurahan Cipayung.
  •     Kecamatan Sawangan: Kelurahan Pasir Putih dan Kelurahan Bedahan.
  •     Kecamatan Bojongsari: Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Pondok Petir.
  •     Kecamatan Pancoran Mas: Kelurahan Cipayung Jaya.
  •     Kecamatan Cinere: Sekitar perbatasan Jalan Bandung menuju Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh tingginya curah hujan serta meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Pesanggrahan.

"Wilayah barat Kota Depok kerap meluap ketika menampung kiriman air dari hulu seperti dari Bogor," imbuhnya.

Bahtiar melanjutkan, banjir di wilayah barat Kota Depok makin diperparah oleh masifnya pembangunan perumahan yang berdampak pada pengurangan luas area resapan air.

"Masifnya pembangunan, menyebabkan limpasan air hujan langsung membebani saluran dan sungai, dimana beberapa perumahan atau permukiman dibangun di dataran rendah atau bekas rawa yang secara alami rawan genangan," pungkas Bahtiar. (KG/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |