Negara Ini Rusuh! Minta Presiden Mundur hingga Konvoi Menteri Diserbu

11 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Negara ini tengah menghadapi kerusuhan menyusul demonstrasi besar-besaran menuntut sang presiden untuk mundur hingga memicu bentrokan antara polisi dan pedemo anti-pemerintah sejak beberapa hari terakhir.

Polisi antihuru-hara Bolivia bentrok dengan para demonstran di Kota La Paz sejak Jumat (22/5) untuk kedua kalinya dalam sepekan, ketika serikat pekerja dan kelompok masyarakat adat terus mendesak Presiden Rodrigo Paz Pereira mundur dari jabatannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tuntutan agar pemimpin konservatif pro-bisnis itu mengundurkan diri terus berlanjut meskipun ia telah berjanji akan menanggapi keluhan serikat buruh dan komunitas adat.

Banyak toko dan usaha di pusat kota La Paz memilih tutup, mengantisipasi demo berujung bentrok dengan aparat terulang seperti yang terjadi pada awal pekan lalu.

"Ia (presiden) harus mundur, sialan!" teriak massa yang terdiri dari petani, buruh, penambang, pekerja transportasi, dan guru, yang membuat lalu lintas di jalan-jalan kota pegunungan Andes itu lumpuh total.

Banner Microsite Haji 2026

Pereira naik ke tampuk kekuasaan enam bulan lalu di tengah krisis ekonomi terburuk Bolivia sejak dekade 1980-an, yang ditandai dengan kelangkaan bahan bakar, penurunan devisa asing, serta inflasi yang tak terkendali.

"Sudah enam bulan menjabat dan ia bahkan belum mampu menyelesaikan kebutuhan paling mendasar... Kami harus memilih antara membeli daging atau membeli susu," kata Melina Apaza, demonstran berusia 50 tahun dari wilayah pertambangan selatan Oruro, kepada AFP.

Dengan mengenakan helm dan ponco, para demonstran-banyak di antaranya mengibarkan bendera pelangi khas masyarakat adat-berbaris menuju pusat kota di tengah suara petasan yang bersahut-sahutan.

Para demonstran melempar kayu dan batu ke arah polisi antihuru-hara, yang membalas dengan rentetan gas air mata dan menghalangi mereka mencapai alun-alun di depan gedung pemerintahan.

Menjelang sore, ketika situasi kota mulai mereda, ratusan warga menggelar aksi tandingan di pusat kota untuk memprotes blokade jalan yang melumpuhkan La Paz, menurut laporan wartawan AFP.

Pecat menteri tenaga kerja

Pemerintah Bolivia menyatakan akan mengerahkan operasi gabungan polisi dan militer mulai Sabtu pagi guna membuka jalur distribusi barang-barang penting yang langka di La Paz akibat blokade.

Di El Alto, kawasan pinggiran La Paz yang mayoritas dihuni masyarakat adat dan dikenal sebagai pusat perlawanan politik, demonstran sempat memblokir akses menuju bandara internasional utama kota tersebut.

Berupaya meredam demo buruh, Pereira memecat menteri tenaga kerjanya yang tidak populer serta berjanji memberi lebih banyak ruang bagi para penambang dan kelompok masyarakat lain untuk ikut menentukan arah kebijakan pemerintah.

Namun, upaya tersebut tampaknya belum berhasil meredam amarah publik.

Jalan-jalan menuju La Paz masih diblokade para demonstran, menyebabkan kelangkaan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar.

Aksi demonstrasi serikat pekerja dimulai pada awal Mei dengan tuntutan kenaikan upah, perbaikan pasokan bahan bakar, dan stabilitas ekonomi.

Namun, seiring berjalannya waktu, demonstrasi berkembang menjadi pemberontakan besar-besaran yang ditandai dengan tuntutan pengunduran diri Pereira, yang didukung Amerika Serikat.

Konvoi menteri diserbu

Konvoi Menteri Pekerjaan Umum Bolivia, Mauricio Zamora, disergap para demonstran dan ia sempat dinyatakan hilang saat mengawasi pembukaan blokade jalan pada Sabtu.

Menurut laporan media lokal, kendaraan yang ditumpangi Zamora dicegat di kota Copata pada Sabtu sore dan terpisah dari rombongan. Ia kemudian berhasil ditemukan dan kini dalam kondisi aman.

Konvoi Zamora tengah melintasi Copata, di selatan La Paz, ketika warga mulai melempari rombongan dengan batu dan dinamit, menurut media lokal.

Kendaraannya terpisah dari rombongan saat mereka mundur, tetapi berhasil melarikan diri melalui jalan tanah, menurut Agencia Noticias Fides. Namun di lokasi itu, konvoi kembali disergap sebelum akhirnya berhasil bergabung kembali dengan rombongan utama.

Di lokasi lain, para demonstran menjarah dan membakar pos bea cukai di Achicha Arriba, di jalur menuju El Alto, setelah polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Di dekat Caracollo, utara Oruro, sebuah konvoi diserang menggunakan bahan peledak. Demonstran membakar truk militer dan menjarah kantor polisi, sementara sebuah minibus dibakar di jalan raya La Paz-Oruro, menurut surat kabar harian La Razon.

Kejadian ini berlangsung kala Zamora memimpin operasi untuk membongkar barikade yang didirikan demonstran anti-pemerintah. Ini dilakukan guna memperlambat distribusi barang ke ibu kota administratif La Paz dan wilayah El Alto di sekitarnya.

Misi untuk membuka apa yang disebut sebagai "koridor kemanusiaan" itu justru memicu gelombang kekerasan baru. Sejumlah konvoi dilaporkan diserang menggunakan batu dan dinamit.

(rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |