NASA Ungkap Bukti Badai Pasir Purba di Mars yang Membeku Menjadi Batuan

4 days ago 1
NASA Ungkap Bukti Badai Pasir Purba di Mars yang Membeku Menjadi Batuan Ilustrasi(magnifik)

MILIARAN tahun lalu, Mars ternyata pernah dilanda badai pasir dahsyat yang meninggalkan jejak hingga saat ini. Penemuan terbaru dari rover Curiosity milik NASA berhasil mengungkap bukti langsung adanya badai pasir purba yang membeku dalam lapisan batuan. Temuan ini menjadi salah satu petunjuk paling jelas mengenai kondisi atmosfer dan iklim Mars pada masa lalu.

Batuan yang menyimpan "rekaman" badai tersebut ditemukan di wilayah yang dijuluki Jawbone Canyon, sebuah area di Kawah Gale yang telah lama menjadi lokasi penelitian Curiosity. Menurut ilmuwan, struktur batuan ini terbentuk sekitar 3,6 miliar tahun lalu, saat Mars masih memiliki atmosfer yang jauh lebih tebal dibandingkan sekarang.

Badai Pasir yang Membeku Menjadi Batu

Yang membuat penemuan ini istimewa adalah pola berlapis pada batuan yang menunjukkan fenomena climbing wind ripple strata, yaitu lapisan pasir yang saling menumpuk ketika terdorong angin sangat kencang dalam sebuah badai.

Dalam peristiwa tersebut, gelombang pasir terus bergerak dan bertumpuk satu sama lain sebelum akhirnya tertutup sedimen lain. Seiring berjalannya waktu, lapisan-lapisan itu mengeras menjadi batu, sehingga menyimpan jejak badai pasir layaknya kapsul waktu alami.

Para peneliti menyebut ini sebagai bukti pertama keberadaan struktur tersebut yang pernah ditemukan di Planet Merah. Temuan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai proses geologi yang pernah terjadi di Mars miliaran tahun silam.

Mengungkap Rahasia Atmosfer Mars Purba

Selama ini, para ilmuwan banyak mengandalkan model komputer untuk memperkirakan bagaimana kondisi atmosfer Mars pada masa awal pembentukannya. Namun, penemuan terbaru ini menghadirkan bukti fisik yang memperkuat dugaan bahwa Mars dahulu memiliki atmosfer yang jauh lebih padat.

Atmosfer yang lebih tebal memungkinkan angin bertiup cukup kuat untuk membentuk gelombang pasir besar seperti yang kini terekam dalam batuan. Kondisi tersebut sangat berbeda dengan Mars modern yang memiliki atmosfer sangat tipis sehingga proses serupa sulit terjadi dalam skala besar.

Petunjuk Penting bagi Sejarah Planet Merah

Penemuan ini bukan sekadar mengungkap keberadaan badai pasir purba, tetapi juga membantu ilmuwan memahami bagaimana iklim Mars berubah dari planet yang lebih dinamis menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.

Setiap lapisan batuan yang dipelajari Curiosity menyimpan informasi mengenai lingkungan Mars pada masa lampau. Dengan memahami perubahan iklim dan atmosfernya, para peneliti berharap dapat merekonstruksi sejarah evolusi Planet Merah, termasuk apakah lingkungan tersebut pernah cukup layak untuk mendukung kehidupan mikroba.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa batuan yang tampak sederhana di permukaan Mars sebenarnya dapat menjadi arsip geologi yang sangat berharga, membuka peluang bagi penemuan-penemuan baru dalam misi eksplorasi Mars di masa mendatang. 

Sumber: NASA Science.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |