Musim Kemarau Panjang, Pramono Minta Warga Waspadai Ancaman Kebakaran

4 days ago 3
Musim Kemarau Panjang, Pramono Minta Warga Waspadai Ancaman Kebakaran Warga mengais barang sisa kebarakan yang menghanguskan pemukiman padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta, Selasa (1/6/2026).(MI/USMAN ISKANDAR)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan kering.

Menurut Pramono, Pemprov DKI bersama BPBD telah memperkuat langkah mitigasi, salah satunya dengan memastikan setiap RW memiliki minimal satu alat pemadam api ringan (APAR) serta menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran.

“BMKG memprediksi kemarau akan panjang dan kering sehingga potensi kebakaran lebih besar. Karena itu kami sudah melakukan sosialisasi dan setiap RW harus memiliki APAR,” kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa (21/7).

Ia juga mengingatkan warga di kawasan padat penduduk seperti Tambora dan Cakung agar lebih berhati-hati, terutama tidak membuang puntung rokok sembarangan dan mengantisipasi korsleting listrik yang dapat memicu kebakaran.

“Pemerintah akan terus mengingatkan masyarakat, tetapi menjaga lingkungan harus dilakukan bersama,” ujarnya. 

Diketahui, BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli hingga September 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan puncak kemarau akan terjadi di 83 Zona Musim (ZOM) pada Juli, kemudian 369 ZOM pada Agustus, dan 169 ZOM pada September.

"Wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian kecil Kalimantan dan Jawa, Nusa Tenggara Timur bagian selatan, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian selatan, Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur," kata Faisal dikutip dari situs resmi BMKG.

Pada Agustus 2026, puncak musim kemarau terjadi di Sumatera bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.

Sebanyak 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) memasuki puncak kemarau pada September 2026. Di antaranya, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatera Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |