Militer Iran Pamer Sistem Pertahanan Udara Baru 'Arash Sang Pemanah'

10 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran mengaku telah menggunakan sistem pertahanan udara baru untuk menembak jatuh pesawat tak berawak MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz awal pekan ini.

Media Iran mengatakan pesawat tak berawak AS itu ditembak jatuh di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran mengeklaim pencegatan tersebut menandai penggunaan perdana dari sistem pertahanan udara terbaru yang dikembangkan secara lokal, yang dinamai Arash e-Kamangir.

Dilansir Al Jazeera, para pengamat menilai insiden ini menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan kemampuannya untuk menangkis serangan AS dan Israel, meski telah berbulan-bulan menjadi target serangan kedua negara sekutu itu.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengatakan Arash e-Kamangir digunakan untuk mencegat drone pengintai "musuh" di atas Selat Hormuz. Mereka menyebut sistem pertahanan Arash e-Kamangir memiliki kemampuan deteksi siluman, namun tak memberikan penjelasan teknis lebih detail.

"Operasi ini, yang dilakukan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran," demikian laporan Fars, mengutip pejabat Iran secara anonim.

Sistem pertahanan terbaru Iran, yang dalam bahasa Persia berarti "Arash Sang Pemanah", dinamai menurut nama pahlawan dari mitologi yang digambarkan dalam cerita rakyat telah menembakkan panah untuk menarik garis perbatasan antara Iran dan Asia Tengah.

Secara lebih luas, Arash dalam puisi dan literatur lainnya disebut sebagai pahlawan yang membantu Iran melawan dominasi asing.

Meski demikian, para pengamat menilai klaim Iran harus dicermati dengan hati-hati. Terlebih para pejabat Iran disebut punya sejarah panjang mengumumkan kemajuan militer, namun sulit diverifikasi secara independen.

Dosen senior di King's College London, Mark Hilborne, mengatakan meski hanya sedikit informasi yang diverifikasi secara independen tentang Arash-e Kamangir, namun insiden terbaru ini sesuai dengan "pola yang lebih luas".

"Iran menjadi cukup mandiri dalam berbagai bentuk desain rudal dan, seperti Ukraina, telah cerdik mengubah ekonomi peperangan. Sistem yang murah dan sederhana dapat mengancam sistem yang jauh lebih kompleks," kata dia kepada Al Jazeera.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |