Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Amerika Serikat (AS) bohong soal berapa biaya yang mereka habiskan selama perang dengan negara Timur Tengah ini sejak 28 Februari lalu.
Araghchi menyebut AS memutarbalikkan fakta soal biaya dan mencantumkan angka yang justru meremehkan beban keuangan negara.
"Pentagon bohong. Pertaruhan [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu telah merugikan Amerika Serikat secara langsung sebesar US$100 miliar (sekitar Rp1.733 triliun) sejauh ini, empat kali lipat dari angka yang diklaim," tulis Araghchi di X pada Jumat (1/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan biaya tak langsung untuk wajib pajak AS jauh lebih tinggi. "Tagihan bulanan setiap rumah tangga Amerika adalah US$500 dan terus meningkat dengan cepat," ungkap Araghchi.
Araghchi lantas mengkritik kebijakan luar negeri AS terkait Israel yang dinilai lebih memprioritaskan negara sekutu daripada kebutuhan rakyatnya.
AS dan Israel bahkan meluncurkan operasi brutal bersama untuk menggempur Iran habis-habisan hingga memicu kondisi seperti sekarang. Beberapa laporan menyebut, perang ini terjadi usai Presiden AS Donald Trump kena bujuk rayu Netanyahu.
"Israel yang utama selalu berarti Amerika yang terakhir," lanjut dia.
Komentar Araghchi muncul usai pejabat Pentagon Jules Hurst mengatakan Operasi Epic Furry, sebutan pemerintah AS untuk perang di Iran, menghabiskan biaya sekitar US$25 miliar atau sekitar Rp433 triliun sejauh ini.
Namun, banyak pakar keamanan meyakini biaya yang dihabiskan AS jauh melebihi angka resmi yang diumumkan.
Hurst juga mengatakan perbaikan infrastruktur atau konstruksi jangka panjang terkait konflik AS-Iran masih sulit dilakukan karena segalanya tampak belum pasti.
"Kita tak tahu bagaimana posisi kita di masa depan, atau bagaimana pembangunan pangkalan-pangkalan itu di masa mendatang," kata Hurst, dikutip Anadolu Agency.
Setelah AS dan Israel menggempur Iran, di hari yang sama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membalas serangan ke pangkalan militer dan aset logistik AS di negara-negara Teluk.
Dalam beberapa kesempatan, militer Iran juga menembak jatuh jet tempur AS yang punya nilai tinggi.
(isa/wiw)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
1











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)



