Menlu AS Rubio Beber Kondisi Terbaru Mojtaba: Mulai Aktif Pimpin Iran

17 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio membeberkan kondisi terkini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamanei.

Di hadapan para anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Rubio menjelaskan bahwa ada indiukasi kuat Mojtaba Khamanei masih hidup dan mulai aktif memimpin langsung Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba bahkan diklaim Rubio, mulai terlibat langsung terkait negosiasi antara Iran dengan Washington setelah gencatan senjata pada 8 April lalu.

Hingga kini, Mojtaba belum muncul di publik sejak serangan pertama AS dan Israel yang menewaskan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, dan melukai dirinya di Teheran.

"Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia (Mojtaba Khamenei) semakin terlibat pada tingkat tertentu, meskipun semua komunikasinya selama ini dilakukan secara tertulis dan melalui perantara," kata Rubio seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan Rubio disampaikan saat Iran tengah mempelajari versi terbaru proposal Washington untuk negosiasi mengakhiri perang. Dalam proposal itu, Presiden AS Donald Trump memperketat sejumlah syarat dalam negosiasi.

Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News, mengutip sumber yang dekat dengan tim negosiasi negara itu, melaporkan bahwa Teheran masih mempelajari proposal terbaru dan belum berkomunikasi dengan AS selama beberapa hari.

Pejabat tersebut menekankan bahwa Iran mengambil pendekatan "tegas" mengingat penilaian Teheran atas ketidakpatuhan AS terhadap gencatan senjata.

Sebelumnya, Trump mengeklaim telah mendapat jaminan dari Iran bahwa mereka tak akan pernah mengembangkan program pengayaan uranium menjadi senjata nuklir.

"Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju, dan itu sangat menarik," kata Trump dalam wawancara yang disiarkan Fox News, Sabtu (30/5).

Selain menghentikan nuklir Iran, prioritas AS saat ini, kata dia, membuka kembali Selat Hormuz yang ditutup sejak awal Maret.

Iran menutup Selat Hormuz usai Amerika Serikat dan Israel menggempur habis-habisan negara itu pada 28 Februari. Sebagai bagian dari operasi balasan dan menekan musuh-musuhnya, Teheran menutup rute perdagangan global itu.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |