Mendikdasmen: Sekolah Nasional Terintegrasi belum Diterapkan untuk Jenjang SD

5 days ago 6
 Sekolah Nasional Terintegrasi belum Diterapkan untuk Jenjang SD MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.(Dok. Antara)

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengonfirmasi bahwa penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) pada tahun ini belum akan menyasar jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Program ini diputuskan untuk dimulai dari jenjang SMP dan SMA, meskipun sebelumnya sempat muncul wacana untuk menyertakan tingkat SD.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menurut Abdul Mu'ti, faktor usia dan jarak tempuh menjadi alasan utama penundaan implementasi di tingkat dasar.

“Waktu itu Pak Presiden menyampaikan terlalu dini ya, karena mungkin sekolahnya bisa jadi jauh dari rumahnya kan. Jadi dari SMP-SMA, SD tidak,” ujar Abdul Mu'ti dalam Taklimat Media Program Sekolah Nasional Terintegrasi di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (20/7).

Fasilitas Transportasi untuk Siswa

Menyikapi potensi kendala jarak antara lokasi sekolah dengan tempat tinggal murid, Mendikdasmen mengungkapkan bahwa Presiden telah memberikan arahan khusus untuk menyiapkan fasilitas pendukung. Pemerintah berencana menyediakan transportasi berupa bus sekolah guna menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa.

“Bisa jadi nanti, ya memang termasuk fasilitas yang kami berikan adalah transportasi, misalnya bus sekolah atau fasilitas lain yang membantu mereka untuk datang ke sekolah dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Jadwal Pendaftaran dan Aturan Domisili

Terkait proses seleksi, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SNT jenjang SMP dan SMA dijadwalkan berlangsung singkat. Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 21 hingga 24 Juli 2026.

Abdul Mu'ti menekankan bahwa SPMB SNT menerapkan aturan domisili yang ketat. Calon murid hanya diperbolehkan mengikuti seleksi jika berasal dari wilayah yang sama dengan lokasi sekolah tersebut berada. Sebagai contoh, jika SNT berlokasi di Kabupaten Kupang, maka hanya calon murid yang berdomisili di Kabupaten Kupang yang dapat mendaftar.

Menteri Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sama dengan pihak manapun yang menjanjikan kelulusan. Seluruh proses penerimaan dilakukan secara transparan sesuai ketentuan resmi, dan masyarakat diminta waspada terhadap pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari proses SPMB SNT.

“Kami menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar ketentuan resmi,” tegasnya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |