NASA menampilkan potret Nebula Pelikan yang memukau. Lihat detail struktur gas, debu kosmik, dan proses pembentukan bintang baru di ruang angkasa.(NASA)
KEINDAHAN ruang angkasa kembali terpancar lewat potret astronomi terbaru yang dirilis oleh NASA. Kali ini, fokus tertuju pada Nebulah Pelikan, sebuah wilayah pembentukan bintang yang kompleks dan penuh warna, tersusun dari gumpalan gas berkilau serta awan debu tebal di angkasa.
Nebula yang memiliki nama katalog IC 5070 ini terletak di rasi bintang Cygnus (Sang Angsa), berjarak sekitar 2.000 tahun cahaya dari Bumi. Dinamakan Nebulah Pelikan karena bentuk gulungan gas dan debunya yang menyerupai paruh serta leher burung pelikan jika dilihat dari sudut tertentu.
Struktur Kompleks dan Siluet Debu Kosmik
Gambar yang ditampilkan menangkap detail dramatis dari interaksi antara radiasi bintang-bintang muda dan materi kosmik di sekitarnya. Radiasi ultraviolet dari bintang-bintang bermassa besar yang baru lahir memanaskan gas hidrogen di sekitarnya, menyebabkannya bercahaya terang dan membentuk garis-garis siluet yang kontras dengan awan debu gelap.
Awan debu tebal yang tampak seperti sulur-sulur gelap tersebut sebenarnya merupakan tempat lahirnya bintang-bintang baru. Di dalam gumpalan materi yang sangat padat itu, gravitasi terus menarik gas dan debu hingga memicu reaksi fusi nuklir yang melahirkan bakal bintang (protostar).
Seiring berjalannya waktu, angin bintang bertumpukan dengan materi di sekitarnya dan secara perlahan mengikis struktur nebula tersebut. Proses erosi kosmik ini secara bertahap merubah bentuk Nebulah Pelikan, sehingga penampilannya tidak akan pernah sama dalam skala waktu jutaan tahun.
Bagian dari Kompleks Formasi Bintang yang Luas
Nebulah Pelikan tidak berdiri sendiri di angkasa. Secara astronomis, nebula ini dipisahkan oleh pita debu gelap dari tetangganya yang lebih besar, yaitu Nebulah Amerika Utara (NGC 7000). Kedua nebula ini sebenarnya merupakan bagian dari wilayah pembentukan bintang yang sama dan saling terhubung di ruang antarbintang.
Bagi para astronom, mempelajari struktur seperti Nebulah Pelikan memberikan wawasan penting mengenai siklus hidup materi kosmik. Proses bagaimana gas dan debu runtuh menjadi bintang, serta bagaimana bintang-bintang baru tersebut kemudian mentransformasi lingkungan sekitarnya, menjadi salah satu topik inti dalam memahami evolusi galaksi.
Potret mengagumkan ini tidak hanya memperlihatkan keindahan visual alam semesta, tetapi juga menegaskan betapa dinamisnya proses kelahiran benda langit yang terus berlangsung jauh di luar angkasa. (NASA/Z-2)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)





