Menag Resmikan Pembangunan Gerbang Moderasi Pertama di Makassar, Simbol Toleransi di Tengah Masyarakat Multietnis

2 weeks ago 11
Menag Resmikan Pembangunan Gerbang Moderasi Pertama di Makassar, Simbol Toleransi di Tengah Masyarakat Multietnis MENTERI Agama RI, Nasaruddin Umar, secara langsung menorehkan tonggak sejarah baru bagi gerakan moderasi beragama di Indonesia dengan melakukan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, Kamis (9/7/(Mi/Lina Herlina)

MENTERI Agama RI, Nasaruddin Umar, secara langsung menorehkan tonggak sejarah baru bagi gerakan moderasi beragama di Indonesia dengan melakukan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Makassar, Kamis (9/7).

Bagi Nasaruddin, pembangunan gerbang ini bukan sekadar proyek fisik semata, melainkan sebuah strategi kebudayaan untuk menanamkan nilai persatuan di ruang paling dekat dengan masyarakat, yakni lingkungan pemukiman, sekaligus menegaskan bahwa toleransi harus hidup, bukan sekadar wacana.

Makassar sebagai lokasi percontohan nasional dalam penguatan nilai kerukunan antarumat beragama. Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama Gerbang Moderasi Indonesia yang secara khusus dipilihnya di kawasan Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Blok AC Telkom, Kelurahan Barua, Kecamatan Biringkanaya.

Dalam sambutannya, Nasaruddin menegaskan bahwa pemilihan lokasi di tengah pemukiman warga, bukan di area perkantoran atau pusat kota, memiliki makna filosofis yang mendalam. Ia ingin simbol persatuan itu berhadapan langsung dengan keseharian masyarakat.

"Kehadiran monumen kebersamaan seperti ini jangan dilihat dari besar kecil tempatnya, tetapi dari dampaknya. Ketika dibangun di tengah permukiman, setiap orang yang melihatnya akan selalu diingatkan bahwa kita semua adalah satu, tidak ada perbedaan di antara kita," ujar Nasaruddin dengan tegas di hadapan para tokoh agama dan pejabat setempat.

Menag RI yang dikenal dengan pendekatan tafsir kebangsaan itu juga menyampaikan visi besarnya agar Gerbang Moderasi Indonesia tidak berhenti di Makassar. Ia menginstruksikan secara simbolis agar monumen serupa dapat dibangun di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia sebagai pengikat persatuan bangsa.

"Dan saya berharap monumen ini nanti menjadi kekuatan simbolik, ikonik di Kota Makassar, apalagi ini yang pertama. Kita akan saksikan di setiap kabupaten ada monumen-monumen seperti ini sebagai simbol pemersatu," harapnya.

Nasaruddin juga mengapresiasi tingginya indeks toleransi Makassar yang kini masuk sembilan besar nasional. Baginya, capaian itu menjadi modal sosial yang sempurna untuk menanamkan proyek besar moderasi beragama, dan ia berkomitmen menjadikan Makassar sebagai pintu gerbang utama penyemaian nilai toleransi untuk kawasan Indonesia Timur.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi menyatakan, bahwa peletakan batu pertama ini adalah kehormatan besar sekaligus amanah yang harus dijaga. Ia memastikan bahwa Pemkot Makassar akan menjadi garda terdepan dalam merealisasikan visi Menag dengan memperbanyak gerbang serupa di tingkat RT dan RW.

"Pak Menteri telah memberi kepercayaan kepada kami. Ini menjadi tanggung jawab kami setelah pencanangan hari ini. Kami akan menghadirkan gerbang-gerbang moderasi di beberapa lokasi sebagai upaya memperkuat nilai keberagaman hingga ke tingkat masyarakat paling kecil," ujar Appi.

Menariknya, Appi juga melaporkan langsung kepada Menag bahwa kawasan BTP yang dipilih adalah bukti nyata dari kehidupan multietnis yang harmonis.

"Di sini ada gerejanya, ada masjidnya, ada puranya. Ini adalah lahan subur untuk gerakan moderasi yang Bapak Menteri canangkan," tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan infrastruktur terhadap gerakan yang digagas Menag, Pemkot Makassar pun berjanji akan segera membenahi akses jalan menuju lokasi gerbang tersebut. Appi mengungkapkan bahwa Dinas Pekerjaan Umum telah turun melakukan survei guna memastikan simbol pemersatu ini berdiri di atas lingkungan yang representatif. 

Turut mendampingi Menag dan Wali Kota dalam momen bersejarah tersebut, Rektor UIN Alauddin Makassar, Hamdan Juhannis, dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid. (LN/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |