Melbourne Symphony Orchestra dan Vishnu Satyagraha Rayakan 10 Tahun Kolaborasi Lewat Two Nations in Harmony

2 weeks ago 12
Melbourne Symphony Orchestra dan Vishnu Satyagraha Rayakan 10 Tahun Kolaborasi Lewat Two Nations in Harmony Musisi Melbourne Symphony Orchestra bersama musisi Indonesia tampil dalam konser Two Nations in Harmony di Jakarta sebagai simbol penguatan diplomasi budaya antara Australia dan Indonesia.(MI/Chatrine)

MUSIK kembali menunjukkan kekuatannya sebagai medium yang melampaui batas bahasa, negara, dan latar budaya. Dalam konser Two Nations in Harmony, Melbourne Symphony Orchestra (MSO) bersama komposer Indonesia Vishnu Satyagraha menghadirkan sebuah pertunjukan yang bukan hanya menonjolkan kualitas musikal berkelas dunia, tetapi juga menegaskan eratnya hubungan budaya antara Australia dan Indonesia.

Lebih dari sekadar agenda seni, konser ini menjadi ruang perayaan atas kolaborasi yang telah tumbuh selama satu dekade terakhir. Di balik panggung, tersimpan perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja sama, pertukaran pengetahuan, dan relasi antarmanusia yang terus berkembang.

Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, menyampaikan kebahagiaannya atas kembalinya Melbourne Symphony Orchestra ke Indonesia. Ia menilai konser ini memiliki arti khusus karena mempertemukan musisi Australia dengan komposer Indonesia, Vishnu Satyagraha, yang juga alumni University of Melbourne.

“Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana Australia dan Indonesia dapat bertumbuh bersama melalui sektor kreatif,” ujarnya.

Gita juga menekankan pentingnya peran alumni sebagai penghubung yang memperkuat kedekatan kedua negara. Menurutnya, hubungan bilateral tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarlembaga, tetapi juga melalui koneksi antarmasyarakat yang terus hidup dari waktu ke waktu.

Dari pihak Melbourne Symphony Orchestra, tahun ini dipandang sebagai tonggak penting karena menandai 10 tahun kolaborasi bersama Vishnu Satyagraha dan para musisi Indonesia. Selama kurun tersebut, kerja sama yang terjalin tidak berhenti pada penyelenggaraan konser semata, melainkan berkembang ke berbagai program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan musisi muda.

“Musik adalah cara yang sangat kuat untuk menyatukan orang. Di atas panggung malam ini, yang terlihat bukan hanya para pemain membawakan karya indah, tetapi juga hasil dari hubungan yang dibangun selama bertahun-tahun,” ujar perwakilan MSO.

Ia menjelaskan sejumlah alumni program yang dulu pernah mengikuti pelatihan kini kembali terlibat sebagai bagian dari tim penyelenggara, baik di balik layar maupun dalam produksi konser. 

Hal ini memperlihatkan kolaborasi yang dibangun bukan hubungan sesaat, melainkan ekosistem yang terus bertumbuh. “Selama 10 tahun, kami membangun hubungan yang bermakna. Bagi kami, Australia dan Indonesia adalah dua negara yang bisa melangkah bersama dalam harmoni.”

Komposer Indonesia Vishnu Satyagraha juga menyampaikan rasa terhormatnya dapat kembali bekerja sama dengan Melbourne Symphony Orchestra. Menurutnya, kolaborasi ini bukan hanya soal menampilkan karya, tetapi juga membuka ruang dialog antara dua budaya yang berbeda.

“Selalu merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk berkolaborasi dengan Melbourne Symphony Orchestra,” ujar Vishnu.

Ia mengapresiasi dukungan Kedutaan Besar Australia dalam mewujudkan konser tersebut. Baginya, musik memiliki kemampuan untuk menerjemahkan perbedaan menjadi ekspresi artistik yang utuh dan indah.

“Di panggung ini, kami menunjukkan bahwa meskipun berasal dari budaya yang berbeda, kami bisa berkolaborasi dan menciptakan satu bentuk keindahan bersama.”

Konser Two Nations in Harmony turut menghadirkan rangkaian karya yang menggambarkan perjalanan kolaborasi kedua negara. Pertunjukan dibuka dengan komposisi  Cascades karya Jessamie Kaitler, kemudian berlanjut melalui sejumlah repertoar yang secara bertahap mempertemukan lebih banyak musisi Australia dan Indonesia di atas satu panggung.

Puncak konser ditandai dengan penampilan dua karya komposer Indonesia *Vishnu Satyagraha, yaitu **Yarra Code* dan *Aluna Digdaya. Pada komposisi terakhir, orkestra string berpadu dengan alat musik tradisional Indonesia, termasuk **Gejog Lesung*, menghadirkan perpaduan musikal yang merepresentasikan dialog budaya antara kedua negara.

Bagi Melbourne Symphony Orchestra, kolaborasi selama satu dekade ini telah melampaui penyelenggaraan konser. 

Hubungan tersebut berkembang melalui pertukaran pengetahuan, program pengembangan musisi, serta jejaring antarmasyarakat yang terus menguat. Karena itu, Two Nations in Harmony tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan musik, tetapi juga wujud nyata diplomasi budaya yang mempererat persahabatan Australia dan Indonesia melalui bahasa universal bernama musik. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |