MBG Dilanjutkan, Prabowo Minta Awasi Ketat

2 weeks ago 15
MBG Dilanjutkan, Prabowo Minta Awasi Ketat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat peresmian bendungan di NTB, Jumat (10/7)(Dok.Rusman - Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah hingga aparat keamanan ikut mengawasi pelaksanaannya.

"MBG kita teruskan. Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ," kata Prabowo saat peresmian lima bendungan di Indonesia di Lombok, Jumat (10/7).

Prabowo mengakui masih ada pihak yang berupaya mengambil keuntungan dari program unggulan pemerintah tersebut. Karena itu, ia meminta gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa tidak ragu memeriksa seluruh dapur MBG di wilayah masing-masing. Jika menemukan dugaan penyimpangan, mereka diminta segera melaporkannya,  kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) maupun langsung presiden.

"Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor ke saya. Gampang. Ngomong di TikTok. Langsung kirim tim. Enggak usah susah-susah nomor telepon ini-itu," ujarnya.

Instruksi serupa juga ditujukan kepada jajaran TNI dan Polri. Namun, Prabowo mengingatkan agar pengawasan dilakukan untuk membantu jalannya program, bukan justru menjadi sarana mencari keuntungan pribadi.

"Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain. Jangan. Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran," tegasnya.

Selain aparat pemerintah, Prabowo mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MBG. Menurutnya, masyarakat kini memiliki akses informasi yang luas sehingga dapat berperan aktif melaporkan berbagai penyimpangan.

"Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Ia berpesan agar bahan pangan, khususnya lauk, tidak dikurangi demi mengejar keuntungan. Bahkan, ia menyarankan telur disajikan dalam bentuk rebus atau ceplok agar porsinya lebih jelas.

"Kalau kita, satu ayam dipotong delapan atau sepuluh. Paling kecil dua belas. Jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh dua," ujarnya.

Prabowo menegaskan, Program MBG memiliki peran strategis karena ditujukan untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa. Menurutnya, asupan gizi yang baik akan mendukung perkembangan otak dan fisik anak sehingga mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul. (H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |