Material yang Sama Bisa Hadirkan Pengalaman Ruang Berbeda, Ini Peran Pencahayaan dalam Arsitektur

2 weeks ago 21
Material yang Sama Bisa Hadirkan Pengalaman Ruang Berbeda, Ini Peran Pencahayaan dalam Arsitektur Ilustrasi(MI/HO)

PENGALAMAN seseorang saat berada di dalam sebuah ruang kini tidak lagi hanya ditentukan oleh bentuk bangunan atau material yang digunakan. Dalam perkembangan arsitektur dan desain interior modern, pencahayaan telah bertransformasi menjadi elemen krusial yang mampu mengubah tampilan material, membangun suasana, hingga menghadirkan persepsi ruang yang sepenuhnya berbeda.

Konsep inilah yang diangkat in-Lite LED dalam partisipasinya di ajang IndoBuildTech 2026. Pameran bahan bangunan, arsitektur, dan interior bergengsi ini berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026. Dengan mengusung tema “The Matter of Light”, in-Lite menghadirkan sebuah paviliun imersif yang mengeksplorasi hubungan mendalam antara cahaya dan material sebagai pembentuk pengalaman ruang.

Alvar Mensana, arsitek dari mensanaDANteman sekaligus perancang Paviliun in-Lite, menjelaskan bahwa setiap area dalam paviliun dirancang untuk memperlihatkan bagaimana interaksi cahaya dapat mengubah cara sebuah ruang dipersepsikan.

"Cahaya menjadi medium yang tidak hanya membedakan pengalaman di tiap ruang, tetapi juga menyatukan keseluruhan perjalanan menjadi satu narasi yang utuh," ujar Alvar.

Lima Material, Lima Pengalaman Ruang

Konsep “The Matter of Light” diterjemahkan ke dalam lima zona unik. Setiap zona menggunakan material berbeda yang bereaksi terhadap cahaya untuk menciptakan atmosfer spesifik:

Zona Material Utama Karakter Cahaya & Suasana
Filtered Fabric (Kain) Lembut dan tersaring; suasana menyerupai tengah hutan.
Reflected Glass (Kaca) Pantulan dinamis; efek visual menyerupai permukaan air.
Radiated High Pressure Laminate (HPL) Intens dan ekspresif; atmosfer menyerupai api.
Diffused Polycarbonate Menyebar rata; kesan ringan layaknya angin.
Fragmented Anyaman Rotan Terpecah menjadi bayangan kecil; terinspirasi elemen tanah.

Pencahayaan sebagai Pembentuk Ruang

Commercial Director in-Lite LED, Fransiska Darmawan, menegaskan bahwa pencahayaan bukan lagi sekadar sumber penerangan fungsional.

"Cahaya menentukan bagaimana ruang itu dirasakan. Ia dapat mengubah tekstur, mengarahkan fokus, hingga membangun suasana yang berbeda," ungkapnya.

Untuk mewujudkan visi ini, in-Lite mengaplikasikan berbagai lini produk unggulannya, seperti Downlight Anti Glare, Spotlight Wall Washer, dan Striplight COB.

Menurut Product Manager in-Lite LED, Sufabian Tys, pemilihan produk dilakukan secara spesifik untuk setiap zona. Di area lembut seperti Filtered, digunakan cahaya halus untuk kenyamanan visual, sementara di area Reflected dan Radiated, pencahayaan dibuat lebih terarah dan kontras untuk memperkuat karakter visual yang dinamis.

Sinergi Ekosistem Industri Bangunan

Partisipasi in-Lite di IndoBuildTech 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam ekosistem industri bangunan di Indonesia. Salah satu kolaborasi strategis dilakukan bersama TACO, penyedia solusi interior terkemuka.

Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi, menyatakan bahwa sinergi ini membuktikan material bangunan tidak hanya berfungsi secara struktural, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman visual yang utuh. Melalui kolaborasi ini, in-Lite dan para mitranya berkomitmen untuk terus mendorong inovasi desain ruang sekaligus mendukung visi #TerangIndonesia. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |