Masih Jadi yang Tertinggi di Batam, Kasus Hipertensi Naik Jadi 6.553 pada Juni 2026

2 weeks ago 11
Masih Jadi yang Tertinggi di Batam, Kasus Hipertensi Naik Jadi 6.553 pada Juni 2026 Waspada hipertensi, jaga tekanan darah sejak dini.(MI/Hendri Kremer )

HIPERTENSI atau tekanan darah tinggi masih menjadi penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Kota Batam. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menunjukkan, hipertensi menempati urutan pertama dalam daftar 10 penyakit terbanyak selama periode Mei hingga Juni 2026.

Berdasarkan rekapitulasi Dinkes Kota Batam, pada Mei 2026 tercatat sebanyak 6.292 kasus hipertensi, yang terdiri dari 2.067 pasien laki-laki dan 4.225 pasien perempuan. Angka ini mengalami kenaikan pada Juni 2026 menjadi 6.553 kasus, dengan rincian 2.165 pasien laki-laki dan 4.388 pasien perempuan.

Secara statistik, terdapat penambahan 261 kasus dalam satu bulan atau naik sekitar 4,15%. Data tersebut juga menyoroti bahwa kasus hipertensi lebih banyak dialami oleh perempuan, yakni mencapai sekitar 67 persen dari total kasus pada Juni 2026.

Tantangan Penyakit Tidak Menular

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyatakan bahwa tingginya angka ini menunjukkan penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan masyarakat di Batam. Ia menekankan bahwa hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas (silent killer), sehingga banyak masyarakat tidak menyadari tekanan darahnya sudah di atas normal.

“Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah, menerapkan pola makan sehat, mengurangi konsumsi garam, berolahraga secara teratur, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol,” ujar Didi.

Ia menjelaskan bahwa hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, hingga kerusakan pembuluh darah. Pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci utama untuk mencegah kondisi penyakit semakin berat.

Daftar 10 Penyakit Terbanyak di Batam

Selain hipertensi, Dinkes Batam juga merilis daftar penyakit lain yang mendominasi kunjungan medis pada Juni 2026:

  • Nasofaringitis akut (common cold): 3.448 kasus
  • Dispepsia (gangguan lambung): 2.844 kasus
  • Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) akut: 1.887 kasus
  • Diabetes Melitus Tipe 2: 1.738 kasus
  • ISPA tidak spesifik: 1.654 kasus
  • Diare dan gastroenteritis: 903 kasus
  • Myalgia (nyeri otot): 878 kasus
  • Nekrosis pulpa (gangguan gigi): 847 kasus
  • Abses periapikal tanpa sinus: 630 kasus

Beberapa penyakit seperti hipertensi, common cold, diabetes melitus tipe 2, myalgia, dan gangguan gigi mengalami tren peningkatan dibandingkan Mei 2026. Sebaliknya, kasus dispepsia, ISPA akut, serta diare menunjukkan penurunan.

Upaya Preventif dan Promotif

Didi menambahkan bahwa tingginya kasus PTM sangat berkaitan erat dengan pola hidup, termasuk konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, obesitas, hingga stres. Untuk menekan angka tersebut, Dinkes Batam terus memperkuat upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini di Puskesmas.

“Upaya pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Kami mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan di seluruh puskesmas agar faktor risiko dapat diketahui sejak dini,” katanya.

Masyarakat, terutama yang berusia di atas 40 tahun atau memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi dan diabetes, diingatkan untuk tidak menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. (HK/E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |