ilustrasi(Xinhua)
Sejumlah mahasiswa Indonesia penerima beasiswa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi di Rusia. Kelulusan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia di berbagai bidang.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa yang mampu menuntaskan studi di lingkungan akademik internasional.
"Alhamdulillah kami bersyukur atas kelulusan mahasiswa penerima beasiswa Baznas. Ini menjadi capaian yang membanggakan, tidak hanya bagi Baznas, tetapi juga para muzaki yang telah mengamanahkan zakatnya," ujar Idy dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7).
Menurut Idy, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan yang berkelanjutan. Ia menilai pendidikan merupakan salah satu instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mencetak generasi yang memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat global.
"Para penerima beasiswa ini adalah bagian dari ikhtiar Baznas dalam menghadirkan generasi unggul. Ketika anak-anak bangsa mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan terbaik, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh keluarga, masyarakat, dan negara," katanya.
Baznas, lanjut Idy, akan terus mengembangkan program beasiswa sebagai bagian dari optimalisasi zakat produktif. Program tersebut diarahkan untuk melahirkan sumber daya manusia yang berintegritas, kompeten, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow atas dukungan dan pendampingan yang diberikan kepada mahasiswa Indonesia selama menjalani pendidikan di Rusia.
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow, Prof. Khoirul Rosyadi, menilai kelulusan para mahasiswa menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdikan ilmu yang telah diperoleh.
"Beasiswa yang ananda terima hari ini adalah amanah dari para muzaki melalui Baznas. Ini adalah titipan umat. Karena itu, setelah lulus, ananda memiliki tanggung jawab moral untuk mengamalkan ilmu demi kemajuan bangsa dan negara," ujarnya.
Rosyadi menambahkan, mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Rusia juga memiliki peran strategis sebagai bagian dari diplomasi masyarakat atau people-to-people diplomacy antara Indonesia dan Rusia. Menurutnya, para lulusan diharapkan mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan kedua negara sekaligus menghadirkan inovasi dan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan di Indonesia.
"Pengalaman belajar di Rusia menjadi modal penting untuk membawa perspektif global, sekaligus tetap berakar pada kebutuhan bangsa. Jadilah generasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat," tandasnya.

















































