LRT Bandung Raya Dinilai Mampu Kurangi Kemacetan dan Ubah Pola Transportasi

1 week ago 15
LRT Bandung Raya Dinilai Mampu Kurangi Kemacetan dan Ubah Pola Transportasi Promovenda Tan Lie Ing dalam ujian disertasi terbuka Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Universitas Tarumanagara, Kamis (9/7).(MI/Ficky Ramadhan)

RENCANA pengembangan layanan Light Rail Transit (LRT) di Bandung Raya dinilai memiliki potensi besar untuk mengubah pola perjalanan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik. Hal tersebut disampaikan Promovenda Tan Lie Ing dalam ujian disertasi terbuka Program Studi Doktor Ilmu Teknik Sipil Universitas Tarumanagara, Kamis (9/7).

Dalam disertasinya yang berjudul "Pemodelan Pemilihan Moda Transportasi dengan Adanya Layanan Light Rail Transit di Bandung Raya", Tan menjelaskan bahwa tingginya penggunaan kendaraan pribadi telah memicu kemacetan kronis. Kondisi jalan yang sempit dan banyaknya persimpangan membuat antrean kendaraan semakin panjang, sehingga diperlukan solusi transportasi publik yang berkualitas.

"Penggunaan kendaraan pribadi terus meningkat sehingga kemacetan menjadi persoalan yang semakin mendesak. Karena itu, transportasi publik yang nyaman, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan menjadi kebutuhan," ujar Tan Lie Ing.

Berdasarkan hasil penelitiannya, faktor paling krusial yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke LRT adalah waktu tunggu layanan. Tan menekankan bahwa kualitas layanan harus mencakup ketepatan waktu, frekuensi perjalanan yang tinggi, serta kemudahan akses menuju stasiun melalui sistem pengumpan (feeder).

Tan menambahkan, keberhasilan LRT tidak hanya bergantung pada jalur kereta, tetapi juga pada aksesibilitas. Tanpa dukungan feeder yang baik, minat masyarakat untuk meninggalkan kendaraan pribadi akan tetap rendah. Model penelitiannya menunjukkan masyarakat akan memilih LRT jika aspek keandalan dan kenyamanan terpenuhi.

Sebagai rekomendasi, Tan menekankan pentingnya integrasi antarmoda, termasuk penerapan sistem pembayaran terpadu satu kartu seperti yang telah dilakukan di Jakarta. Selain itu, dukungan pemerintah melalui subsidi transportasi publik dianggap vital untuk menarik minat masyarakat beralih ke angkutan massal.

"Transportasi publik yang terintegrasi dan didukung kebijakan pemerintah akan semakin menarik masyarakat. Konsep ini tidak hanya relevan untuk Bandung Raya, tetapi juga dapat diterapkan di berbagai kota di Indonesia," pungkasnya. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |