Lirik lagu "Halo-Halo Bandung" dan sejarah terciptanya

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Lagu "Halo-Halo Bandung" menjadi salah satu lagu perjuangan yang lekat dengan sejarah perjuangan rakyat Indonesia. Karya Ismail Marzuki tersebut menggambarkan semangat rakyat Bandung dalam menghadapi situasi perjuangan setelah kemerdekaan.

Lagu "Halo-Halo Bandung" dikenal berkaitan dengan peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946. Dalam perkembangannya, lagu yang awalnya bernuansa kerinduan terhadap Kota Bandung itu berubah menjadi lagu bernuansa patriotik.

Baca juga: Lirik "Kebyar-Kebyar" ciptaan Gombloh yang tetap populer hingga kini

Baca juga: Lirik lagu "Satu Nusa Satu Bangsa" ciptaan Liberty Manik

Lirik lagu Halo-Halo Bandung

Lagu "Halo-Halo Bandung" memiliki lirik yang menggambarkan kerinduan terhadap Kota Bandung sekaligus semangat untuk merebut kembali kota tersebut.

Berikut penggalan liriknya:

Halo-halo Bandung

Ibu kota periangan

Halo-halo Bandung

Kota kenang-kenangan

Sudah lama beta

Tidak berjumpa dengan kau

Sekarang sudah menjadi lautan api

Mari Bung rebut kembali


Halo-halo Bandung

Ibu kota periangan

Halo-halo Bandung

Kota kenang-kenangan

Sudah lama beta

Tidak berjumpa dengan kau

Sekarang sudah menjadi lautan api

Mari Bung rebut kembali

Baca juga: Lirik lagu "Dari Sabang Sampai Merauke"

Lirik tersebut menampilkan perubahan suasana dari kerinduan menjadi semangat perjuangan untuk merebut kembali Bandung.

Sejarah terciptanya lagu Halo-Halo Bandung

"Halo-Halo Bandung" diciptakan Ismail Marzuki pada 1946, bertepatan dengan masa perjuangan setelah Indonesia merdeka. Lagu tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu karya yang menggambarkan semangat perjuangan rakyat Bandung.

Pada awalnya, Ismail Marzuki menciptakan lagu dengan bagian pembuka "Halo, halo Bandung" untuk menggambarkan kerinduannya terhadap Kota Bandung. Namun, situasi perjuangan setelah kemerdekaan kemudian memengaruhi perkembangan lagu tersebut.

Peristiwa Bandung Lautan Api menjadi salah satu latar yang membuat lagu tersebut memiliki nuansa lebih patriotis. Tempo lagu juga dibuat lebih cepat sehingga semakin kuat menggambarkan semangat perjuangan rakyat.

Kaitannya dengan Bandung Lautan Api

Bandung Lautan Api merupakan peristiwa ketika rakyat dan pejuang Indonesia membumihanguskan sebagian wilayah Bandung pada Maret 1946 sebelum meninggalkan kota tersebut.

Peristiwa tersebut berlangsung pada 23-24 Maret 1946. Tindakan pembumihangusan dilakukan dalam situasi perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan rakyat Bandung.

Semangat perjuangan tersebut tercermin dalam bagian akhir lagu "Halo-Halo Bandung" yang mengajak untuk merebut kembali kota yang telah ditinggalkan.

Baca juga: Kompilasi lagu nasional untuk Hari Kemerdekaan, lengkap dengan lirik

Sosok Ismail Marzuki

Ismail Marzuki merupakan salah satu komponis besar Indonesia. Ia lahir di Batavia pada 11 Mei 1914 dan mulai aktif berkarya di dunia musik sejak usia muda.

Sepanjang perjalanan kariernya, Ismail Marzuki menghasilkan ratusan karya musik dengan beragam tema. Sejumlah karyanya yang dikenal hingga kini antara lain "Rayuan Pulau Kelapa", "Gugur Bunga", "Indonesia Pusaka", "Sepasang Mata Bola", dan "Halo-Halo Bandung".

Dalam masa perjuangan, Ismail Marzuki menggunakan musik sebagai bentuk perjuangan sesuai dengan kapasitasnya sebagai seniman. Karya-karyanya banyak menggambarkan kecintaan terhadap tanah air serta semangat mempertahankan kemerdekaan.

Ismail Marzuki meninggal dunia pada 25 Mei 1958 dalam usia 44 tahun. Ia kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2004 atas jasanya dalam perjuangan dan perkembangan kebudayaan Indonesia.

Makna lagu Halo-Halo Bandung

"Halo-Halo Bandung" memiliki makna tentang kecintaan terhadap daerah dan tanah air, sekaligus semangat perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan.

Penggunaan ungkapan "lautan api" menggambarkan kondisi Bandung setelah pembumihangusan pada masa perjuangan. Sementara ajakan untuk merebut kembali Bandung menunjukkan tekad rakyat untuk mempertahankan wilayah Indonesia dari kekuatan asing.

Karena memiliki kaitan kuat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan, "Halo-Halo Bandung" hingga kini tetap dikenal sebagai salah satu lagu perjuangan Indonesia dan kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan kebangsaan.

Baca juga: 10 lagu perjuangan untuk HUT Kemerdekaan RI, wajib diputar

Baca juga: Makna mendalam dari lirik lagu nasional "Tanah Airku" karya Ibu Sud

Baca juga: Lirik lagu "Terima Kasih Guruku" karya cipta Sri Widodo

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |