Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi

20 hours ago 6
Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi Ilustrasi.(Magnific)

MANTAN Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta, memprediksi bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran kemungkinan besar akan berlanjut setidaknya selama enam bulan ke depan. Pernyataan ini muncul di tengah situasi konflik yang dinilai menemui jalan buntu (stalemate) setelah rencana gencatan senjata awal gagal terlaksana.

Enam bulan pascaserangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, upaya diplomatik untuk mengembalikan proses perdamaian ke jalurnya menunjukkan kemajuan yang sangat minim. Negosiasi dilaporkan terhenti sejak Juni lalu.

Panetta, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Barack Obama dan pernah memimpin CIA, memperingatkan bahwa perang di bawah pemerintahan Donald Trump ini berisiko menjadi perang abadi (forever war) lain di Timur Tengah.

"Bukan rahasia lagi bahwa Amerika Serikat dan Iran terjebak dalam kebuntuan yang mengerikan. Sebenarnya hanya ada sedikit pilihan yang tersedia untuk mengakhiri perang ini," ujar Panetta dalam wawancara dengan The Guardian.

Ia menambahkan bahwa kemungkinan besar perang ini akan terus berlanjut selama enam bulan lagi tanpa ada penyelesaian. Panetta juga menyoroti laporan mengenai ketegangan internal di Pentagon yang menurutnya melemahkan posisi AS di mata dunia.

"Baik itu Iran maupun musuh-musuh kita lain, mereka sekarang melihat Amerika Serikat dan melihat kelemahan dalam kemampuan kita untuk benar-benar menerapkan kapabilitas militer guna membela negara," tegasnya. "Yang saya khawatirkan adalah kita mengirimkan pesan kelemahan kepada musuh-musuh utama kita."

Eskalasi di Selat Hormuz

Pernyataan Panetta ini muncul saat Iran menyatakan akan meningkatkan upaya untuk melawan masalah ekonomi yang dipicu oleh sanksi AS. Di medan tempur, ketegangan terus meningkat. Komando Pusat AS (US Central Command) melaporkan telah menyerang tiga tanker Iran pada Sabtu (5/9/2026), setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran meluncurkan rudal balistik ke dua kapal angkatan laut AS.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan pada Minggu (6/9/2026) bahwa AS harus memahami bahwa aturan main dalam perang melawan Iran telah berubah. "Mulai sekarang, setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan Iran akan menerima respons yang lebih cepat, lebih berat, dan lebih menyakitkan," kata Qalibaf.

Kondisi Pasokan Minyak Global

Meskipun Iran mencoba melakukan blokade di Selat Hormuz, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan bahwa minyak tetap mengalir melalui jalur air tersebut. Berdasarkan data per 6 September 2026, transit melalui selat tersebut rata-rata mencapai lebih dari 9 juta barel per hari.

Wright mengeklaim bahwa dengan keberadaaan pipa akses yang mengitari selat, aliran minyak saat ini mencapai dua pertiga atau lebih dari volume sebelum konflik. "Iran masih menyebabkan masalah, tetapi Angkatan Laut Amerika Serikat memenangkan pertempuran itu," ujarnya kepada CNN. (The Independent/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |