Lawan Cuaca Ekstrem, Korea Selatan Ubah Ruang Publik Jadi Sistem Pendingin Raksasa

6 hours ago 4
Lawan Cuaca Ekstrem, Korea Selatan Ubah Ruang Publik Jadi Sistem Pendingin Raksasa Korea Selatan menerapkan sistem pendingin terdistribusi, mulai dari kubah udara Happiso hingga AI untuk melindungi warga.(Dok. The Korea Times)

PEMERINTAH Korea Selatan menerapkan strategi komprehensif untuk menghadapi gelombang panas ekstrem dengan mengubah ruang kota menjadi sistem pendingin terdistribusi. Langkah ini melampaui sekadar imbauan kesehatan, melainkan mengintegrasikan teknologi canggih, layanan sosial, dan perlindungan ketat bagi pekerja luar ruang.

Oasis Pendingin di Jantung Kota

Seoul memperkenalkan "Happiso", sebuah tempat perlindungan luar ruang berbentuk kubah udara yang dilengkapi sistem pendingin. Pada musim panas 2026, fasilitas ini ditargetkan tersedia di 14 lokasi strategis, termasuk Gwanghwamun Square dan Cheonggye Plaza. Selain itu, kanopi besar dipasang di puluhan koridor pejalan kaki untuk memberikan perlindungan langsung di jalur aktivitas warga.

Infrastruktur Jalan yang Mendinginkan

Untuk menurunkan suhu permukaan, berbagai distrik di Seoul menggunakan kombinasi teknologi cooling fog (kabut air) dan sistem cooling road yang membasahi aspal secara otomatis. Saat peringatan gelombang panas aktif, penyemprotan jalan dengan truk tangki ditingkatkan hingga enam kali sehari. Halte bus berpendingin dan kanopi pintar yang beroperasi berdasarkan suhu serta kecepatan angin juga menjadi standar baru di trotoar kota.

Ribuan Titik Perlindungan Tersebar

Alih-alih membangun satu pusat besar, Seoul menyiapkan hampir 3.000 pusat pendinginan khusus lansia dan ribuan "tempat perlindungan iklim" di fasilitas publik. Setiap distrik diwajibkan menyediakan minimal satu shelter darurat yang beroperasi pada malam hari. Pemanfaatan balai warga dan pusat kesejahteraan memastikan warga rentan tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan udara sejuk.

Deteksi Dini Berbasis AI

Kecanggihan strategi ini terletak pada penggunaan data dan kecerdasan buatan (AI) untuk memantau kelompok rentan, seperti lansia yang tinggal sendiri dan penghuni rumah semi-basement. Sistem ini tidak hanya memantau suhu, tetapi juga mengintegrasikan risiko banjir mendadak. Teknologi digunakan sebagai alat navigasi bagi petugas sosial untuk menentukan prioritas bantuan secara presisi.

Perlindungan Pekerja dan Evaluasi

Pemerintah juga memperketat pengawasan di proyek konstruksi dengan menerapkan lima prinsip keselamatan: penyediaan air, tempat teduh, pemantauan kesehatan, serta penyesuaian jam kerja saat suhu mencapai level berbahaya. Meski fasilitas terus ditambah, para ahli menekankan pentingnya perpanjangan jam operasional pada akhir pekan dan sistem pemantauan kesehatan waktu nyata agar mitigasi ini benar-benar efektif saat dibutuhkan. (The Korean Times/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |