Jakarta, CNN Indonesia --
Kuwait menuduh para anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan aksi penyusupan lewat laut ke Pulau Bubiyan dan melukai sejumlah tentara Kuwait.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan menggagalkan penyusupan tersebut melalui operasi keamanan yang digelar sejak 1 Mei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menyebut berhasil menangkap sejumlah perwira angkatan laut dari "atas kapal nelayan yang disewa khusus untuk melakukan tindakan permusuhan terhadap Kuwait.
Kemendagri Kuwait juga mengatakan bahwa mereka yang ditangkap telah mengakui bahwa mereka ditugaskan IRGC untuk "menyusup."
Kemendagri kemudian mengidentifikasi anggota kelompok tersebut sebagai Kolonel Amir Hussein Abd Mohammed Zara'i dan Abdulsamad Yadallah Qanwati, Kapten Ahmed Jamshid Gholam Reza Zulfiqari, dan Letnan Satu Mohammed Hussein Sehrab Faroughi Rad.
Kemendagri mengatakan sempat terjadi baku tembak dengan para penyusup, dikutip dari Aljazeera.
Selama konfrontasi dengan pasukan Kuwait di pulau Bubiyan, tembakan melukai seorang personel militer Kuwait, beber kementerian tersebut.
Kuwait menyebut sebanyak dua anggota kelompok penyusup lainnya yaitu Kapten Angkatan Laut Mansour Qambari dan kapten kapal Abdulali Kazem Siamari berhasil melarikan diri selama bentrokan tersebut.
Kementerian tersebut mengungkapkan bahwa empat pelaut Iran telah memasuki perairan Kuwait.
Namun, para awak kapal yang ditangkap mengatakan bahwa mereka nelayan dan bersikeras bahwa terjadi kerusakan pada sistem navigasi mereka.
Kementerian Luar Negeri Iran segera membantah tuduhan Kuwait tersebut.
Teheran kemudian mengutuk dan menyebut aksi itu "tindakan politik dan media yang tidak pantas" dari Kuwait dan menyerukan kepada otoritas setempat untuk memberikan akses kepada karyawan kedutaan Iran untuk menemui keempat individu yang ditahan tersebut.
Bubiyan adalah salah satu pulau terbesar Kuwait, terletak di ujung utara Teluk dekat perbatasan Irak. Pulau ini memiliki nilai strategis karena kedekatannya dengan jalur pelayaran utama dan lokasinya yang dekat dengan ladang minyak dan instalasi militer Kuwait bagian utara.
Kuwait sudah melakukan tindakan diplomatik ke Iran terkait tuduhan insiden infiltrasi tersebut.
Kemlu Kuwait memanggil duta besar Iran untuk Kuwait untuk menyerahkan nota protes resmi. Mereka menegaskan hak Kuwait untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kementerian tersebut menyatakan bahwa Teheran sepenuhnya bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)













