Koster Titip Pesan ke Kapolda Bali soal Aksi Depan Mapolda

7 hours ago 1

CNN Indonesia

Sabtu, 30 Agu 2025 10:10 WIB

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta jajaran Polda Bali bisa mengelola pedemo depan Mapolda dengan baik, tanpa ketegangan baru. Gubernur Bali I Wayan Koster meminta jajaran Polda Bali bisa mengelola pedemo depan Mapolda dengan baik, tanpa ketegangan baru. (CNN Indonesia/Kadafi)

Denpasar, CNN Indonesia --

Gubernur Bali I Wayan Koster meminta Kapolda Irjen Pol. Daniel Adityajaya beserta seluruh jajaran Polda Bali tetap bisa mengelola massa atau pedemo dengan baik saat menyampaikan aksi mereka.

Hal itu disampaikan saat warga gelar aksi bertema "Seruan Aksi Aliansi Bali Tidak Diam" dekat Mapolda Bali. Massa sebelumnya sudah berkumpul di Halaman GOR Ngurah Rai yang dekat dengan titik aksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berharap agar Bapak Kapolda beserta jajaran bisa mengelola dengan baik masyarakat yang menyampaikan aspirasi," kata I Wayan Koster setelah memimpin Apel Gelar Persiapan Patroli Imigrasi di wilayah Provinsi Bali, di Lapangan Makodam lX Udayana, pada Sabtu (30/8).

"Jangan sampai menimbulkan persoalan ketegangan baru agar diterima dengan baik, didengarkan dan dibahas. Sehingga semua mendapat tempat dan ruang untuk membangun Bali secara bersama-sama ke depan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi masyarakat yang gelar aksi. Politikus PDI Perjuangan itu meminta tuntutan disampaikan dengan tertib, dan memperhatikan agar Bali tetap kondusif, nyaman, aman, damai bagi masyarakat.

[Gambas:Video CNN]

"Tentu saya sangat mengapresiasi ada masyarakat yang menyampaikan aspirasinya di Bali," tuturnya.

"Baik yang terjadi juga di daerah lain, maupun juga dalam skala nasional yang kita lihat beberapa fenomena belakangan ini, sebagai satu aspirasi itu adalah merupakan hak dari masyarakat," kata Koster.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia di lokasi, sejumlah personel kepolisian telah banyak berjaga untuk melakukan aksi pengamanan di depan Mapolda Bali.

Aksi tersebut menjadi bentuk solidaritas ojol terhadap rekan mereka Affan Kurniawan yang tewas dilindas Rantis Brimob saat aparat hendak membubarkan massa pada demo 28 Agustus malam.

Ironisnya, Affan bukan bagian dari demonstrasi. Saat kejadian, ia sebenarnya sedang menjalankan tugas mengantarkan pesanan makanan tapi tewas dilindas Rantis.

(kdf/chri)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |