Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi datang melayat ke rumah duka korban kecelakaan kereta api di perlintasan Jalan Kokrosono, Kota Semarang.(MI/Akhmad Safuan)
JUMLAH korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan kereta api di perlintasan Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, bertambah menjadi dua orang. Korban terbaru, Rujito, 45, mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Rujito menyusul keponakannya, Hafizh Rehan, 9, seorang siswa sekolah dasar yang lebih dulu dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Senin (20/7). Berdasarkan pemantauan pada Selasa (21/7), suasana duka mendalam menyelimuti kediaman keluarga di Kaliasin, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara.
Ketua RT di Kelurahan Kuningan, Tri Priyanto, mengonfirmasi bahwa Rujito meninggal dunia saat dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Sementara itu, satu korban lain yang merupakan keponakan Rujito, Ibrahim, 12, siswa kelas IV SDIT Al Kolam Simongan, masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka yang dideritanya.
"Setiap pagi Rujito sering mengantar dua keponakannya berangkat sekolah di SDIT Al Kolam Simongan. Pagi itu, saat mengantarkan sekolah seperti biasanya, terjadi musibah kecelakaan tersebut," ujar Tri Priyanto.
Tri menjelaskan bahwa saat kejadian awal, Hafizh Rehan yang duduk di bangku kelas III SD meninggal di tempat. Rujito sempat dilarikan ke ruang ICU RSUP Dr Kariadi dalam kondisi kritis. "Korban koma dan tidak pernah sadarkan diri selama masa perawatan intensif hingga akhirnya meninggal dunia," tambahnya.
Kabar duka ini menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang langsung datang melayat ke rumah duka di Kaliasin untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Luthfi mengaku sangat prihatin karena musibah ini terjadi tepat pada awal tahun ajaran baru saat anak-anak hendak berangkat sekolah.
"Peristiwa ini sangat mengetuk hati. Mari kita mendoakan korban yang meninggal dan bagi korban yang masih dirawat semoga segera diberikan kesembuhan," kata Ahmad Luthfi.
Gubernur juga menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat untuk lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Ia mengimbau warga agar tidak menerobos perlintasan ketika sirene sudah berbunyi atau petugas telah memberikan peringatan, meskipun palang pintu belum sepenuhnya tertutup. (I-2)

















































