Tim penyelamat menyusuri reruntuhan untuk mencari korban akibat banjir di Nepal.(AFP/PEDRO PARDO)
JUMLAH korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang yang melanda wilayah utara Nepal terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru dari otoritas setempat, yang dikutip China Central Television (CCTV), Senin (7/9), angka kematian kini telah mencapai 1.355 orang.
Selain korban jiwa yang telah ditemukan, skala bencana ini juga menyisakan ketidakpastian bagi ribuan keluarga lainnya. Hingga saat ini, sebanyak 4.996 orang dilaporkan masih hilang dan dalam proses pencarian.
Data terbaru ini menunjukkan peningkatan dibandingkan laporan sebelumnya dari kantor berita Xinhua, yang mencatat 1.344 korban tewas dan 4.898 orang hilang. Kenaikan angka ini mempertegas keparahan dampak banjir yang telah melampaui angka 1.300 korban jiwa secara keseluruhan di negara tersebut.
Penyebab dan Kronologi Bencana
Bencana ini bermula pada Rabu (26/8) pagi ketika banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal. Air bah dengan debit yang sangat deras menyapu masuk ke aliran Sungai Bhotekoshi, menghancurkan apa pun yang berada di jalurnya.
Para ahli mengidentifikasi bahwa pemicu utama bencana ini adalah penyusutan gletser di wilayah pegunungan. Fenomena alam tersebut kemudian memicu tanah longsor besar yang mendorong material dan air dalam volume tinggi ke sistem sungai, menciptakan banjir bandang yang mematikan.
Data Korban Banjir Nepal Utara
| Korban Meninggal Dunia | 1.355 | 1.344 |
| Korban Hilang | 4.996 | 4.898 |
| Lokasi Terdampak Utama | Nepal Utara (Sungai Bhotekoshi) | |
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh otoritas terkait di tengah medan yang sulit akibat dampak tanah longsor dan sisa-sisa banjir bandang. (Ant/Z-1)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)




