KOMANDAN Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Iwan Bambang Setiawan menjenguk tiga personel Satgas Yonmek Konga XXIII-S United Nations Interim Force in Lebanon yang terluka akibat serangan Israel. Ketiga prajurit TNI itu kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saint George, Beirut, Libanon.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Adapun tiga prajurit yang dibesuk Komandan TMPP ialah Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto. Ketiganya menjadi korban luka-luka imbas serangan artileri yang jatuh di area fasilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa di Libanon.
Iwan mengatakan negara berkomitmen untuk melindungi seluruh personel TNI yang tengah bertugas dalam pasukan perdamaian UNIFIL. "Serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda," ujar Iwan dalam keterangannya, Ahad, 5 April 2026.
Adapun dalam kegiatan itu, Iwan didampingi oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Libanon Dicky Komar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Infanteri A. Juni Toa, dan Dirbinops PMPP TNI Kolonel Infanteri Untung Prayitno.
Berbagai insiden serangan di Libanon berdampak pada personel pasukan perdamaian Indonesia. Dalam rentang akhir Maret hingga awal April ini, sebanyak tiga prajurit TNI tewas akibat ledakan serangan Israel. Delapan prajurit TNI juga mengalami luka-luka.
Ketiga prajurit TNI yang tewas dalam misi perdamaian ialah Mayor Infanteri Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Upacara persemayaman dan pelepasan terhadap tiga jenazah prajurit TNI telah dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu, 4 April 2026.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan perlu adanya suatu jaminan keamanan yang melekat terhadap para personel penjaga perdamaian dunia, termasuk pasukan UNIFIL. "Harus ada satu guarantee keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian," kata dia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Sabtu, 4 April 2026.
Menurut dia, prajurit yang tergabung dalam UNIFIL bukanlah pembuat perdamaian, melainkan penjaga perdamaian. Sebab, Sugiono mengatakan para personel tidak dilatih dan dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat perdamaian atau peacemaking.
"Perlengkapan dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga," ucap Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra tersebut.
Tugas menjaga perdamaian, ujar dia, juga menjadi mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Karena itu, Sugiono meminta kepada PBB untuk segera mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian dunia, khususnya UNIFIL.
"Kami berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," katanya.










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)





