Kisah Hadrah Daeng Ratu, Naya Anindita, dan Ginanti Rona Terjun ke Dunia Film

8 hours ago 1
Kisah Hadrah Daeng Ratu, Naya Anindita, dan Ginanti Rona Terjun ke Dunia Film Sutradara Hadrah Daeng Ratu (kiri), Naya Anindita (tengah), dan Ginanti Rona (kanan) berbicara dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu (6/9/2026).(ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

KECINTAAN terhadap dunia literasi dan seni bercerita menjadi benang merah yang mempertemukan tiga sutradara perempuan ternama Indonesia: Hadrah Daeng Ratu, Naya Anindita, dan Ginanti Rona. Dalam sebuah sesi bincang-bincang di Jakarta, dikutip Selasa (8/9), ketiganya berbagi kisah tentang bagaimana hobi membaca dan menulis membawa mereka meniti karier di industri perfilman.

Hadrah Daeng Ratu, pendiri rumah produksi Narasi Semesta, mengungkapkan bahwa kemampuannya bercerita sudah terasah sejak kecil.

"Aku senang bercerita. Bahkan kalau aku bercerita di depan teman-teman, mereka mendengarkan aku dari awal sampai akhir," kenang Hadrah.

Ketertarikan Hadrah pada narasi dimulai sejak duduk di bangku SMP melalui kebiasaan membaca buku cerita serta menulis cerpen dan prosa. Minat tersebut semakin menguat saat ia aktif dalam kegiatan teater di SMA.

Untuk memperdalam kemampuannya saat memulai karier, Hadrah berkomitmen menonton satu film setiap hari dari berbagai genre guna mempelajari proses produksinya secara mendalam.

Senada dengan Hadrah, Naya Anindita juga memiliki kedekatan dengan dunia cerita sejak dini. Pengaruh terbesar datang dari sang ayah yang gemar menulis naskah film untuk konsumsi keluarga.

Meski sempat enggan terlibat saat remaja, Naya akhirnya menyadari bahwa perfilman adalah bidang yang paling cocok baginya setelah mencoba berbagai hal. Ia kemudian memperdalam ilmu melalui studi multimedia dan penyiaran.

Sementara itu, Ginanti Rona menyebutkan bahwa kebiasaan menulis buku harian dan kegemaran membaca adalah pintu masuknya ke dunia film.

Hal ini mendorongnya untuk menempuh pendidikan formal di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Baginya, terjun langsung dalam produksi film memberikan pelajaran berharga mengenai mentalitas dan tanggung jawab.

"Dengan kompleksitas atau tekanan yang kita hadapi, akhirnya melatih kita untuk memiliki mental dan kemampuan. Kita jadi tahu sejauh mana bisa bertanggung jawab dan bekerja sebaik mungkin untuk membawa kita lebih jauh lagi ke mimpi kita," ujar sutradara film Qorin tersebut.

Profil dan Karya Sutradara

Sutradara Latar Belakang & Inspirasi Contoh Karya
Hadrah Daeng Ratu Menulis cerpen/prosa sejak SMP, aktif teater SMA, menonton 1 film/hari untuk riset. Assalamualaikum Baitullah, Pantaskah Aku Berhijab, Jangan Buang Ibu
Naya Anindita Terinspirasi naskah film buatan ayah, studi multimedia dan penyiaran. Komang, Tunggu Aku Sukses Nanti, Agensi Rumah Tangga
Ginanti Rona Hobi menulis buku harian, alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Qorin, Dasim

(Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |