Kesbangpol Terjun ke Tasik Dalami Pembakaran Padepokan Diduga Sesat

4 hours ago 2

Bandung, CNN Indonesia --

Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah menurunkan tim untuk mendalami apa yang terjadi di padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ) oleh massa di Desa Purwarahayu, Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Kesbangpol Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya mengatakan kedatangan tim pihaknya untuk meredam ketegangan antara dua belah pihak tidak berlanjut kembali setelah terjadinya pembakaran bangunan atau saung milik padepokan itu pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menurunkan tim ke sana, memantau perkembangan di sana karena ini sedang dimediasi oleh Kabupaten Tasikmalaya. Kita ingin bagaimana supaya tidak lagi terjadi kejadian itu," kata Wahyu, Selasa (7/4).

Untuk saat ini, lanjut Wahyu, penghayat Saung Taraju Jumantara belum terdaftar secara resmi, di Kesbangpol.

"Padepokan Copo Taraju Jomantara maupun Saung Taraju Jomantara belum tercatat di Kesbangpol," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Aksi amuk massa diwarnai pembakaran terjadi di Desa Purwarahayu, Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) pada tengah pekan lalu.

Diduga pembakaran itu terjadi pada bangunan atau saung yang menjadi Padepokan STJ yang berada di tengah sawah di Kampung Babakan Salak, Desa Purwarahayu tersebut.

Cuplikan rekaman video aksi pembakaran saung yang dilakukan sekelompok orang ke sebuah tempat yang diduga jadi lokasi aliran sesat itu viral di media sosial.

Awal pekan ini, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menuturkan aksi pembakaran terjadi setelah sekelompok masyarakat menduga lokasi saung yang diduga jadi lokasi aktivitas kelompok aliran sesat.

Aksi pembakaran itu terjadi pada Rabu (1/4).

Hendra mengatakan saat kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. Kepada polisi, masyarakat mengaku resah adanya aktivitas yang diduga dilakukan kelompok aliran sesat.

Selain itu warga marah terhadap pemilik saung yang diketahui berinisial K. Pasalnya K dituduh melakukan penistaan terhadap agama.

"Aksi warga berhasil diredam dan tak lama mereka membubarkan diri," kata Hendra, Senin (6/4).

Hendra menuturkan pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah benar terjadi aktivitas aliran sesat di saung tersebut. Pihaknya juga belum dapat memastikan adanya penistaan agama seperti yang dituduhkan oleh warga.

(csr/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |