Kemenkes Soroti Kasus Baru Kusta dengan Kondisi Kecacatan Tingkat 2

2 weeks ago 26
Kemenkes Soroti Kasus Baru Kusta dengan Kondisi Kecacatan Tingkat 2 Ilustrasi(Dok Magnific)

PLT Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengatakan setiap tahun masih ditemukan kasus baru kusta dengan kondisi sudah mengalami kecacatan tingkat 2. Temuan kasus kusta juga terjadi pada kelompok anak yang menandakan masih perlunya penguatan deteksi dini dan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. 

Di sisi lain, stigma terhadap orang yang pernah mengalami kusta masih menjadi hambatan dalam mewujudkan kehidupan yang inklusif dan bermartabat. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen terhadap target global WHO yakni Towards Zero Leprosy yang mencakup nol penularan, nol disabilitas, dan nol stigma pada tahun 2030.

"Langkah menuju 2030 membutuhkan akselerasi yang luar biasa dalam 5 tahun ke depan. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat upaya penanggulangan kusta melalui penguatan surveillance, penemuan kasus secara aktif, pemeriksaan kontak, peningkatan kualitas diagnosis dan tata laksana, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan," kata Andi dalam konferensi nasional kusta 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).

Namun, keberhasilan upaya tersebut sangat tergantung pada implementasi program di daerah. Andi menekankan bahwa pemerintah daerah melalui dinas kesehatan memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam implementasi yang efektif termasuk memastikan dukungan pembiayaan, sumber daya manusia, logistik, serta pelayanan kesehatan yang berkualitas. 

"Sementara itu, wasor kusta yang merupakan salah satu ujung tombak efektif di daerah berperan tidak hanya sebagai ujung tombak pembinaan teknis, tetapi juga supervisi, monitoring, dan evaluasi, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan untuk menjamin mutu pelaksanaan program di lapangan," ujar Andi.

DiketahuipPenyakit kusta atau lepra merupakan salah satu penyakit tertua dalam sejarah peradaban manusia yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global yang signifikan. 

Meskipun dunia telah mencapai kemajuan besar sejak diperkenalkannya terapi multidrug oleh WHO penyakit kusta belum sepenuhnya bisa dihilangkan sampai dengan saat ini. 

Di tingkat global, kusta terkonsentrasi secara tidak proporsional di beberapa negara berkembang dan Indonesia menempati posisi ketiga di dunia dengan beban penyakit kusta tertinggi setelah India dan Brazil.

"Keberadaan Indonesia dalam tiga besar beban kusta global menuntut refleksi mendalam mengenai efektivitas strategi yang selama ini dijalankan," pungkasnya. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |