Kemenkes Catat 452 Kasus Kusta pada Anak hingga Pertengahan 2026

2 weeks ago 10
Kemenkes Catat 452 Kasus Kusta pada Anak hingga Pertengahan 2026 Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melaporkan temuan kasus kusta pada anak di Indonesia telah mencapai 452 kasus hingga pertengahan tahun 2026. Angka ini mendekati total temuan sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebanyak 487 kasus.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menyatakan kekhawatirannya terhadap tren peningkatan penyakit kusta ini. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki target ketat agar kasus kusta pada anak berada di bawah 5 persen dari total keseluruhan kasus.

"Saya khawatir akhir 2026 akan ada lebih banyak kasus. Padahal kasus kusta pada anak targetnya di bawah 5% dari total kasus," ujar dr. Prima dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).

Penurunan Angka Disabilitas

Meski temuan kasus pada anak menunjukkan tren peningkatan, pemerintah berhasil menekan angka disabilitas akibat kusta. Hingga pertengahan 2026, tercatat sebanyak 316 kasus disabilitas. Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 932 kasus disabilitas.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2024, ditemukan total 14.698 kasus kusta baru di Indonesia. Namun, dr. Prima menjelaskan bahwa angka tersebut kemungkinan besar belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan. Para ahli mengestimasikan jumlah penderita kusta di Tanah Air sebenarnya mencapai sekitar 37 ribu orang.

Target Penemuan Kasus Baru

Tahun ini, Kemenkes menargetkan penemuan 20 ribu kasus baru sebagai bagian dari strategi percepatan penanganan. dr. Prima meluruskan persepsi publik bahwa peningkatan angka temuan bukan berarti kegagalan penanggulangan, melainkan sebuah kemajuan dalam sistem deteksi dini.

"Justru itu kemajuan, kita bisa menemukan lebih banyak kasus sehingga bisa diobati, dan rantai penularannya tentu bisa kita putuskan," ungkapnya. Misi utama pemerintah saat ini adalah menemukan penderita sebanyak mungkin agar mereka segera mendapatkan pengobatan dan tidak menularkan penyakit kepada orang di sekitarnya.

Pemerintah terus mendorong kolaborasi antara komunitas dan masyarakat untuk aktif melaporkan dan membawa suspek kusta ke fasilitas kesehatan guna mencapai target eliminasi sesuai panduan terbaru dari WHO. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |