Lahan persawahan kekeringan akibat kemarau di Klaten.(MI/Djoko Sardjono)
SEBANYAK 3.319 kepala keluarga (KK) yang meliputi 10.858 jiwa warga empat desa di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, mengalami kekeringan akibat kemarau.
Ribuan warga lereng Gunung Merapi, yang mengalami kekeringan akibat kemarau ini tersebar di empat desa, yaitu Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.
Untuk mengatasi kekeringan yang dialami ribuan warga empat desa di wilayah Kecamatan Kemalang, BPBD Kabupaten Klaten rutin setiap hari menyalurkan bantuan atau droping air bersih.
Penyaluran bantuan air ke empat desa kekeringan tersebut, sebagaimana diungkapkan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, dilakukan sejak 15 Juni 2026.
“Distribusi bantuan air bersih ke empat desa kekeringan di wilayah Kecamatan Kemalang, sejak 15 Juni hingga 20 Juli 2026 total mencapai 306 tangki atau 1.530.000 liter,” jelasnya saat ditemui Media Indonesia, Selasa (21/7).
Secara detail disebutkan, bahwa Desa Tlogowatu telah mendapat droping bantuan air bersih sebanyak 88 tangki, dengan jumlah warga penerima manfaat 1.217 KK atau 3.566 jiwa.
Kemudian, Desa Tegalmulyo (72 tangki, 854 KK, 2.839 jiwa), Desa Kendalsari (55 tangki, 376 KK, 1.382 jiwa), dan Desa Sidorejo (91 tangki, 872 tangki, 3.071 jiwa).
“Untuk hari ini, BPBD Klaten menyalurkan air bersih 15 tangki. Sehingga, kegiatan droping air ke empat desa kekeringan mulai 15 Juni hingga 21 Juli 2026 total mencapai 321 tangki atau 1.605.000 liter,” ungkap Anjung. (JS)

















































