Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Padam 100 Persen

2 weeks ago 11
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Padam 100 Persen Helikopter menyiramkan air untuk memadamkan kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) samlah Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (7/7/2027).(ANTARA/HO-BNPB)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan area lahan utama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya berhasil dipadamkan. Lahan yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan mencapai luas kurang lebih 15 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi tim gabungan penanganan darurat. Operasi pemadaman tersebut berlangsung intensif sejak peristiwa dilaporkan pada 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," ujar Abdul di Jakarta, Jumat (10/7).

Abdul menjelaskan, meski area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga. Langkah antisipasi tetap dilakukan guna menyisir potensi titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.

"Tim gabungan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA dekat situ/danau," ujarnya.

Mengenai kondisi sosial di tingkat tapak, tim BNPB memastikan situasi masyarakat di sekitar TPA sudah kembali kondusif. Saat ini jumlah pengungsi dilaporkan nihil karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Dalam operasi ini, BNPB mengerahkan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik api.

Tiga unit helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L dilaporkan beroperasi optimal secara bergantian di langit Tangerang. Sementara itu, satu unit helikopter tipe Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.

Selain operasi udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik darat darurat. Bantuan tersebut meliputi 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek sosial dan keselamatan, pemerintah pusat melalui BNPB turut menyerahkan bantuan 100 paket sembako bagi warga terdampak serta 150 pasang sepatu bot operasional untuk petugas lapangan.

"Penanganan darurat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai 100 persen dan kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing," pungkas Abdul.

(Ant/P-4)

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Padam 100 Persen

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan area lahan utama Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, akhirnya berhasil dipadamkan. Lahan yang terdampak kebakaran tersebut diperkirakan mencapai luas kurang lebih 15 hektare.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi tim gabungan penanganan darurat. Operasi pemadaman tersebut berlangsung intensif sejak peristiwa dilaporkan pada 30 Juni hingga Kamis (9/7) malam.

"Lahan utama TPA Jatiwaringin seluas kurang lebih 15 hektare yang terdampak kebakaran dilaporkan telah berhasil dipadamkan 100 persen dan saat ini berada dalam fase pendinginan intensif," ujar Abdul di Jakarta, Jumat (10/7).

Abdul menjelaskan, meski area utama di dalam TPA telah terkendali, tim gabungan di lapangan masih terus bersiaga. Langkah antisipasi tetap dilakukan guna menyisir potensi titik panas serta kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan luar kawasan TPA.

"Tim gabungan masih mengantisipasi titik panas dan kepulan asap tipis yang terdeteksi di area pembuangan sampah luar kawasan TPA dekat situ/danau," ujarnya.

Mengenai kondisi sosial di tingkat tapak, tim BNPB memastikan situasi masyarakat di sekitar TPA sudah kembali kondusif. Saat ini jumlah pengungsi dilaporkan nihil karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Percepatan penanganan darurat ini didukung secara legalitas melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026 mengenai Status Tanggap Darurat Bencana serta Keputusan Nomor 613/2026 tentang Satgas Penanganan Darurat.

Dalam operasi ini, BNPB memberikan dukungan penuh berupa pengerahan empat unit helikopter pengebom air (water bombing) untuk menyiramkan ratusan ribu liter air ke titik api.

Tiga unit helikopter jenis Mi-8AMT, Sikorsky UH60A, dan Sikorsky UH60L dilaporkan beroperasi optimal secara bergantian di langit Tangerang. Sementara itu, satu unit helikopter tipe Mi-8 MSBT sedang menjalani perbaikan teknis.

Selain operasi udara, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik darat darurat. Bantuan tersebut meliputi 500 liter cairan racun api (Enviro Class A Foam), puluhan unit pompa mini, selang pemadam, serta perangkat komunikasi radio jinjing (handy talkie).

Sebagai bentuk kepedulian terhadap aspek sosial dan keselamatan, pemerintah pusat melalui BNPB turut menyerahkan bantuan 100 paket sembako bagi warga terdampak serta 150 pasang sepatu bot operasional untuk petugas lapangan.

"Penanganan darurat pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin mencapai 100 persen dan kondisi sosial masyarakat sekitar dilaporkan kondusif dengan jumlah pengungsi saat ini nihil, karena seluruh warga telah difasilitasi untuk kembali ke rumah masing-masing," pungkas Abdul.

(Ant/P-4)

(Ant/P-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |