(MI/Rudi)
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda sekitar satu hektare lahan gambut di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau. Kebakaran yang berlangsung selama dua hari terakhir ini memaksa tim pemadam bekerja ekstra keras menangani kobaran api yang membakar permukaan hingga bawah tanah.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi di lahan areal penggunaan lain (APL). Vegetasi yang terbakar didominasi oleh pakisan, semak belukar, serta tanaman kelapa sawit.
"Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Pada hari pertama penanganan, tim berhasil memadamkan sekitar 0,3 hektare. Namun hingga sore hari status api masih belum padam sehingga proses pemadaman dilanjutkan," ujar Ferdian, Kamis (9/7).

Upaya Pemadaman Tim Gabungan
Proses pemadaman melibatkan sinergi tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Sumatra IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri. Operasi pada hari pertama dimulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB dengan fokus mengejar kepala api agar tidak meluas.
Tim di lapangan menggunakan satu mesin pompa Mini Striker dengan pola satu jalur pemadaman. Selain itu, sejumlah peralatan pendukung turut dikerahkan, antara lain:
- Satu mobil angkut Strada
- Satu mesin induk ZS Power
- Dua selang hisap dan 13 selang buang
- Tiga nozzle dan satu konektor Y
Tantangan Lahan Gambut
Ferdian menjelaskan bahwa ketersediaan air sebenarnya cukup memadai dari kanal di sekitar lokasi yang memiliki lebar dua meter dan kedalaman satu meter. Namun, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama bagi petugas.
"Karena kebakaran terjadi di lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah permukaan dan permukaan, proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga membutuhkan penanganan lanjutan," jelasnya.
Kondisi cuaca di lokasi terpantau cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin rendah, sekitar 4 kilometer per jam. Meski angin tidak kencang, petugas tetap bersiaga penuh untuk memastikan api tidak merambat ke area yang lebih luas.
Imbauan Pencegahan: Ferdian mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, terutama saat musim kering. Pencegahan dinilai sebagai langkah paling efektif karena api sangat mudah menyebar di lahan gambut.
Pihak Dalkarhut menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat akan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan hingga api benar-benar dinyatakan padam total. (I-2)

















































