Karoline Leavitt.(Al Jazeera)
KAROLINE Leavitt akhirnya mengungkapkan perasaan mendalamnya setelah memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai Sekretaris Pers Donald Trump. Perempuan berusia 29 tahun tersebut, yang mengumumkan pengunduran dirinya dari lingkaran inti presiden pada 12 Agustus lalu, tampak menikmati hari-hari pertamanya jauh dari hiruk-pikuk politik.
Melalui unggahan di Instagram pada Minggu (6/9) malam, Leavitt membagikan foto langka bersama putri kecilnya, Viviana. Dalam foto tersebut, Leavitt yang mengenakan rompi merah muda dan celana putih tampak menggendong bayi Vivi di dekat jendela yang terang. Bayi tersebut merupakan buah hatinya bersama sang suami, Nicholas Riccio yang berusia 61 tahun.
Selain foto, Leavitt juga membagikan kutipan yang menyentuh hati kepada 3,1 juta pengikutnya. Kutipan tersebut berbunyi, "Ada seseorang kecil yang menganggap lenganmu adalah tempat teraman di bumi. Tidak ada pencapaian apa pun yang akan lebih berarti daripada itu." Pesan ini seolah menegaskan bahwa peran sebagai ibu jauh lebih berharga baginya dibandingkan karier di bawah kepemimpinan Trump.
Dukungan dari Pengikut
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar positif dari para pengikutnya. Banyak yang mendukung keputusannya untuk memprioritaskan keluarga. "Selalu menjadi pilihan yang tepat," tulis salah satu netizen. Pengikut lain menambahkan bahwa menjadi ibu adalah anugerah terbesar yang tidak bisa digantikan oleh uang atau jabatan apa pun.
Saat mengumumkan pengunduran diri Leavitt bulan lalu, Donald Trump menyatakan bahwa mantan sekretaris persnya itu ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak dan keluarganya. Trump mengaku sangat memahami dan menghormati keputusan tersebut.
Tantangan sebagai Ibu Bekerja
Dalam wawancara dengan Markie Martin di Morning in America NewsNation, Leavitt menjelaskan secara rinci alasan di balik keputusannya. Ia mengakui bahwa menjadi ibu bekerja merupakan tantangan besar yang menuntut banyak pengorbanan.
"Anda harus memprioritaskan waktu Anda. Anda harus menolak banyak peluang yang datang karena Anda ingin berada di sana saat waktu tidur anak-anak setiap malam," ujar Leavitt. Ia menambahkan bahwa selama 20 bulan terakhir, pekerjaannya merupakan tindakan penyeimbang yang sulit.
Kelahiran putri keduanya pada Mei lalu menjadi titik balik bagi Leavitt. Ia merasa hatinya berubah dan menyadari bahwa anak-anaknya membutuhkan perhatian penuh selama 24 jam. Setelah berdiskusi panjang dengan suaminya dan berdoa, ia merasa Tuhan meyakinkannya bahwa mundur adalah langkah yang tepat bagi keluarganya.
Meskipun mencintai pekerjaannya dan mendukung visi presiden, Leavitt merasa Trump layak mendapatkan sekretaris pers yang bisa bersiaga penuh waktu. "Presiden layak mendapatkan sekretaris pers yang bisa berada di sini, secara harfiah 24/7," pungkasnya. (The Mirror US/I-2)





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293885/original/003140100_1783758261-10-10.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292877/original/058508100_1783663395-IMG_2546.jpg)





