Kamera Digital Terbesar Dunia LSST Mulai Petakan Alam Semesta

2 weeks ago 12
Kamera Digital Terbesar Dunia LSST Mulai Petakan Alam Semesta Kamera LSST 3,2 gigapiksel di Vera C. Rubin Observatory Chile resmi beroperasi.(Dok. Magnific)

DUNIA astronomi memasuki era baru seiring mulai beroperasinya kamera digital terbesar di dunia untuk memetakan alam semesta. Kamera bernama LSST (Legacy Survey of Space and Time) ini terpasang pada Vera C. Rubin Observatory di Cerro Pachon, Chile, dan memulai misi ambisius selama satu dekade ke depan sejak 10 Juli 2026.

Kamera raksasa ini memiliki kemampuan menangkap gambar hingga 3,2 gigapiksel atau setara 3.200 megapiksel. Dengan resolusi luar biasa tersebut, para ilmuwan dapat mengamati miliaran objek luar angkasa, mulai dari galaksi jauh, bintang, hingga asteroid dengan tingkat detail yang belum pernah dicapai sebelumnya.

Proyek ini merupakan bagian dari program Legacy Survey of Space and Time (LSST), sebuah survei langit terbesar yang dirancang untuk merekam perubahan alam semesta secara terus-menerus. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat membantu astronom memahami proses pembentukan dan perkembangan alam semesta.

Vera C. Rubin Observatory menyatakan bahwa kamera LSST mampu mengambil gambar wilayah langit yang sangat luas dalam waktu singkat. Seluruh data kemudian diolah menggunakan sistem komputasi canggih untuk mendeteksi objek baru maupun perubahan pada fenomena kosmik yang sudah diketahui.

Pembangunan observatorium ini merupakan hasil kolaborasi internasional yang didukung oleh National Science Foundation (NSF) dan Department of Energy (DOE) Amerika Serikat. Proyek ini melibatkan tim ahli lintas negara untuk menciptakan sistem pengamatan langit paling ambisius dalam sejarah modern.

Lokasi di puncak Cerro Pachon, Chile, dipilih karena kondisi atmosfernya yang sangat jernih dengan gangguan cahaya minimal. Selain menghasilkan gambar resolusi tinggi, misi utama kamera ini adalah memecahkan misteri materi gelap (dark matter) dan energi gelap (dark energy) yang selama ini menjadi teka-teki kosmologi.

Selain itu, kamera ini berfungsi sebagai sistem pertahanan planet dengan mendeteksi asteroid yang berpotensi mendekati Bumi. Ilmuwan juga akan menggunakannya untuk mempelajari pembentukan galaksi serta fenomena transien seperti ledakan bintang atau supernova.

Operasional kamera digital terbesar ini menjadi tonggak sejarah penting. Dengan miliaran data baru yang akan dikumpulkan selama sepuluh tahun ke depan, rahasia mengenai asal-usul, struktur, dan masa depan alam semesta diharapkan segera terungkap. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |