Justin Baldoni dan istrinya, Emily.(Dok. People)
AKTOR dan sutradara Justin Baldoni bersama istrinya, Emily Baldoni, akhirnya memecah keheningan setelah dua tahun terlibat dalam perselisihan hukum yang sengit dengan lawan mainnya di film It Ends with Us, Blake Lively. Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pada Rabu (8/7), pasangan ini mengungkapkan bahwa mereka sedang dalam proses penyembuhan dari "trauma" dan "ketidakadilan" yang mereka alami.
"Kami belum berbicara secara terbuka selama hampir dua tahun terakhir, bukan karena kami tidak punya sesuatu untuk dikatakan," ujar Justin dilansir dari People, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan, selama ini mereka memilih diam untuk membiarkan sistem peradilan berjalan, meski banyak hal menyakitkan yang dibicarakan di ruang publik.
Perselisihan ini bermula pada Desember 2024 ketika Blake Lively menggugat Baldoni dengan tuduhan pelecehan seksual dan pembalasan selama produksi film.
Baldoni membantah keras tuduhan tersebut dan mengajukan gugatan balik senilai US$400 juta (sekitar Rp6,5 triliun) terhadap Lively, suaminya Ryan Reynolds, dan firma PR mereka atas tuduhan pencemaran nama baik.
Namun, kasus ini berakhir dengan penyelesaian di luar pengadilan pada Mei 2026.
Emily Baldoni menambahkan bahwa rasa syukur telah membantu mereka bertahan, namun hal itu tidak menghapus rasa sakit yang ada.
"Kami harus bergulat dengan banyak hal, mencoba memahami bagaimana hal seperti ini bisa terjadi, apalagi jika menyamar sebagai perjuangan untuk perempuan," ungkap Emily.
Meskipun hakim federal memutuskan Lively berhak atas biaya pengacara terkait gugatan balik Baldoni, pihak Wayfarer Studios (perusahaan Baldoni) menegaskan penyelesaian ini sebagai "kemenangan total".
Pengacara Baldoni, Bryan Freedman, menyatakan bahwa Lively setuju untuk membatalkan klaimnya tanpa pihak Wayfarer membayar sepeser pun dari ganti rugi US$300 juta yang awalnya dituntut sang aktris.
Kini, Justin dan Emily memilih fokus pada keluarga dan komunitas mereka di Nashville. Justin menekankan bahwa penyembuhan dari trauma tidaklah linier, namun cobaan ini justru membuat iman dan hubungan pernikahan mereka semakin kuat. "Kebenaran dan fakta telah berbicara sendiri," tutup Emily dalam pesan tersebut. (People/Z-10)

















































