Jose Mourinho Tegaskan Profesionalisme Jelang Laga Real Madrid vs Inter Milan

14 hours ago 4
Jose Mourinho Tegaskan Profesionalisme Jelang Laga Real Madrid vs Inter Milan Pelatih Real Madrid Jose Mourinho(AFP/Thomas COEX)

PELATIH Real Madrid, Jose Mourinho, menegaskan bahwa pertandingan melawan Inter Milan di ajang Liga Champions tidak lebih dari sekadar laga biasa. Meski memiliki sejarah emosional yang mendalam bersama klub asal Italia tersebut, Mourinho memilih untuk bersikap profesional dan fokus pada tugasnya saat ini.

"Di Inter, mereka melihat saya sebagai teman, tidak diragukan lagi," ujar Mourinho sebagaimana dikutip dari laman resmi Real Madrid, Senin (7/9).

Meski begitu, ia menyadari bahwa statusnya sebagai pelatih Los Blancos menuntutnya untuk mengesampingkan kenangan masa lalu selama 90 menit di lapangan.

Profesionalisme di Atas Kenangan

Mourinho memahami bahwa hubungan emosional dengan pendukung Nerazzurri tetap ada. Namun, ia tidak mengharapkan perlakuan istimewa saat pertandingan berlangsung. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membawa kemenangan bagi Real Madrid.

"Selama pertandingan, saya tidak berpikir mereka akan melihat saya sebagai teman ketika saya menjadi pelatih Real Madrid," tuturnya.

Sikap ini menunjukkan komitmen penuh pelatih asal Portugal tersebut kepada klub yang kini ia tangani, meskipun Inter Milan adalah tempat di mana ia mencapai puncak karier kepelatihannya.

Reuni dengan Cristian Chivu

Laga ini juga menjadi momen spesial karena Mourinho akan berhadapan dengan mantan anak asuhnya, Cristian Chivu, yang kini menjabat sebagai pelatih Inter Milan. Mourinho mengaku bangga melihat perkembangan karier mantan pemainnya tersebut.

"Chivu adalah salah satu mantan pemain saya, Inter juga salah satu yang saya latih dan akan selalu begitu. Saya sangat menyayangi Chivu dan senang melihat semuanya berjalan baik untuknya," kata Mourinho.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kehangatan tersebut hanya akan terjadi di luar waktu pertandingan.

"Saya akan senang memeluknya sebelum pertandingan dan sesudah pertandingan, tetapi tidak selama pertandingan," lanjutnya dengan tegas.

Jejak Emas di Giuseppe Meazza

Inter Milan memang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan karier Mourinho. Menangani Nerazzurri pada periode 2008 hingga 2010, ia berhasil membawa klub tersebut meraih kesuksesan tertinggi pada musim 2009/2010.

Di bawah arahannya, Inter Milan mencetak sejarah dengan meraih treble winner, yakni menjuarai Serie A, Coppa Italia, dan Liga Champions dalam satu musim.

Momen paling ikonik terjadi di Santiago Bernabeu pada final Liga Champions 2010, saat Inter mengalahkan Bayern Muenchen 2-0 melalui dua gol Diego Milito.

Keberhasilan tersebut membuat Mourinho menjadi sosok yang sangat dicintai oleh para pendukung Inter. Namun, setelah mempersembahkan trofi bergengsi tersebut, ia memutuskan untuk pindah ke Spanyol guna menangani Real Madrid. Kini, takdir mempertemukannya kembali dengan klub yang pernah ia bawa ke puncak dunia, namun dalam posisi sebagai lawan. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |